Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Laris di Internasional Tapi Malaysia Larang Putar Film Indonesia, The Raid 2: Berandal

- Jumat, 28 Maret 2014 19:04 WIB
6.640 view
 Laris di Internasional Tapi Malaysia Larang Putar Film Indonesia, The Raid 2: Berandal
Kuala Lumpur (SIB)- Film laga Indonesia yang mengusung pencak silat, "The Raid 2: Berandal", seharusnya dirilis di bioskop di Malaysia sejak  Kamis, (27/3), namun mengutip dari Cinema Online, para penikmat film yang hendak membeli tiketnya tidak menemukan film ini di pasaran. Sekuel pertama film tersebut laris di dunia internasional dan sempat masuk box office di Los Angeles.

Pihak distributor lokal, Nusantra Edaran Filem, membenarkan bahwa sekuel film karya sutradara Gareth Evans ini dilarang beredar di Malaysia. Alasan pelarangan ini masih belum jelas. Para penikmat film di Negeri Jiran itu mengaku kecewa dan penasaran mengapa film itu tidak ditayangkan. "Setelah menonton filmnya yang pertama, saya sangat bersemangat saat mendengar sekuelnya dibuat. Namun setelah saya menunggu lama, saya tidak mengerti kenapa film itu tidak ditayangkan di bioskop," ujar seorang penikmat film Nicholas Lim seperti disiarkan KafeGaul.Com.

Mohammad Reza mengatakan, "Mungkin ada banyak kekerasan dan aksi sadis dalam adegan-adegannya, jadi tidak bisa masuk ke sini (Malaysia). Namun sepertinya film ini diterima di mana-mana, jadi ini cukup menyebalkan. Sepertinya saya harus menunggu versi DVD-nya, atau mungkin pergi ke Singapura atau Indonesia untuk bisa menontonnya." "The Raid: Redemption" diputar di Malaysia baru pada September 2012 setelah sukses di seluruh dunia.

Di Indonesia, "The Raid 2: Berandal" premiere pada Rabu, (26/3), di Epicentrum XXI, Jakarta, dan bisa ditonton di bioskop di Amerika, Eropa, Asia, termasuk Indonesia mulai 28 Maret 2014.

Sebelumnya, sejumlah adegan dalam film yang juga diedarkan di tingkat internasional itu, dipotong untuk maksud mengurangi hal yang dinilai tidak pada tempatnya. Para artis pendukung pun harus merelakan hal tersebut. Salah satunya Cok Simbara. Aktor senior itu muncul di layar perak melalui perannya sebagai kepala polisi bernama Bunawar, yang merekrut karakter yang diperankan oleh Iko Uwais ke dalam timnya, untuk membasmi sebuah kelompok mafia. Dengan banyaknya karakter di film ini, Cok mengaku tak kecewa meski beberap adegannya di film harus dipotong. "Sebenarnya dari The Raid pertama saya juga pernah ditawari, tapi saat itu kondisinya kurang memungkinkan, saya nggak jadi ikut. Di film kedua rupanya mereka ajak saya lagi. Saya bersyukur diajak lagi dan akhirnya selesai," kata Cok Simbara saat ditemui di pemutaran perdana film The Raid 2: Berandal di Jakarta seperti disiarkan Gatra.Com.

Menurut aktor yang populer di era 90-an lewat sinetron Noktah Merah Perkawinan ini, tantangan terberat yang dirasakannya bermain di Berandal adalah karena film The Raid pertama sukses luar biasa. Apalagi untuk para pemain yang baru bergabung, tentunya ada beban untuk setidaknya menyamai kualitas film yang pertama. "Beban luar biasa buat saya. Cerita The Raid 2 ini lebih kompleks, action-nya jauh lebih banyak. Semua peran itu tantangan yang berat," kata pria bernama lengkap Ucok Hasyim Batubara tersebut.

Mendengar gaung kesuksesan The Raid membuat Cok tak ragu bergabung dengan sekuelnya. DiBerandal, Cok tak harus menekuni latihan fisik karena karakternya memang diceritakan tak terlibat dengan pertempuran atau duel. Dengan banyaknya karakter yang muncul aktor yang pernah bermain di film Bait Surau ini mengakui banyak adegan dirinya yang dipotong dari filmnya untuk menyesuaikan durasi dan menjaga kualitas film.  "Nggak kecewa dan nggak masalah. Memang di sini banyak tokohnya, jadi kita harus paham kalau filmnya tiga jam lebih ya harus dipotong. Banyak adegan yang harus direlakan!" (t/r9/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru