Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

MH370 akan Dibuat Film?

- Rabu, 02 April 2014 14:03 WIB
572 view
 MH370 akan Dibuat Film?
Petaling Jaya (SIB)- Hollywood tampaknya sudah melirik kisah Malaysia Airlines MH370 untuk diangkat ke dalam layar lebar. Sebuah laporan baru dari Hollywood Reporter yang dikutip oleh J.C. Spink, seorang produser eksekutif dari rumah produksi film thriller yang biasa berlatar pesawat, termasuk Red Eye, menyebutkan, telah ada 50 orang dengan 50 pandangan yang berbeda yang berniat membuat film yang diinspirasi atau bahkan diangkat langsung dari kisah pesawat Boeing 777-200ER ini.

Spink mengatakan, tragedi MH370 memang mengejutkan dunia. Kisah ini sangat menarik untuk dijadikan sebuah film thriller bertema penerbangan. “Jelas, ada sesuatu yang lebih menarik dari penerbangan ini yang tidak akan pernah kita ketahui,” tuturnya.

Namun demikian, ide ini mendapat sambutan negatif dari Yusry Abdul Halim, pembuat film asal Malaysia. “Ini masalah yang sangat sensitif untuk Malaysia,” kata pria yang belum lama ini memimpin pembuatan film Vikingdom, seperti dikutip The Star.

Yusry menuturkan, kendati demikian, hal ini tentu bukan menjadi masalah besar bagi Hollywood. Ia menilai, sebelumnya garapan Hollywood selalu mampu mengatasi hal-hal tabu dalam film.

Ketika ditanyakan apakah hak cipta hanya dimiliki Malaysia, Yusry menjawab, “Tidak ada hal seperti itu. Siapa saja boleh membuat film tentang tragedi di negara lain,” katanya.

Pernyataan senada diungkapkan salah satu sutradara Malaysia, Osman Ali. Ia menegaskan, jika Hollywood benar-benar tertarik untuk mengangkat cerita tentang MH370, hal itu harus dilakukan dengan benar. “Mereka harus bertanggung jawab dengan apa yang terjadi dan bertanggung jawab kepada negara-negara yang terlibat,” ucapnya, Selasa (1/4).

Sebagai penggiat film, Osman yakin, meski ini akan menjadi proyek yang sulit, jika dilakukan dengan pendekatan yang baik maka akan menjadi film yang sangat bagus.

Tentang pencariannya, Profesor Doug Perovic menggeleng-gelengkan kepala membaca berita dan laporan pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang raib sejak 8 Maret 2014. Dia tak habis pikir berapa banyak uang yang dihabiskan Malaysia dan pemerintah negara lain hanya untuk melakukan post-mortem. "Ini gila, padahal teknologi untuk melakukan streaming data sudah ada," kata pakar teknik material University of Toronto, Kanada, ini.

Memang, belasan pesawat dan kapal laut dari 30 negara sibuk mencari MH370. Mulai Laut Cina Selatan, Selat Malaka, Teluk Andaman, hingga Senin, 31 Maret 2014, di selatan Samudra Hindia. Tujuan mereka cuma dua, menemukan 239 orang yang ada dalam pesawat dan kotak hitam (black box) yang ada di ekor pesawat Boeing 777-200ER.

Para analis memperkirakan biaya menemukan MH370 sepuluh kali lebih mahal ketimbang pencarian pesawat Air France yang jatuh di Samudra Atlantik pada Juni 2009. Ketika Air France jatuh ke laut, pemerintah Prancis dan Brasil harus mengeluarkan dana sekitar 40 juta dolar AS atau kurang-lebih Rp 464 miliar untuk menemukan bangkai pesawat dan kotak hitam di Samudra Atlantik. (T/r9/q)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 2 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru