Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Januari 2026
Pengamat Hukum:

Aksi Baku Tembak Perampok dengan Polisi Bahayakan Masyarakat

- Selasa, 23 Februari 2016 17:26 WIB
144 view
Medan (SIB)- Pengamat hukum Redianto Sidi SH MH menilai aksi pelaku perampokan yang nekat melakukan perlawanan hingga terjadi baku tembak dengan polisi telah mengancam keselamatan masyarakat sekitar. "Aksi tersebut bisa dibilang nekat, karena terjadi di pemukiman masyarakat," katanya, Jumat (12/2) lalu.

Untuk itu, dia meminta agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku yang berhasil melarikan diri saat baku tembak terjadi. "Keberadaan para pelaku yang bebas itu akan menakutkan dan mengkhwatirkan masyarakat, dan para pemilik usaha minimarket. Karena para pelaku yang bersenpi itu akan nekat melakukan apa saja, hingga polisi pun dilawan," ujarnya.

Dia menambahkan, bila para pelaku bersenpi itu tidak bisa ditangkap, wibawa kepolisian akan diragukan masyarakat. "Masyarakat menjadi tidak percaya pada penegak hukum," ujarnya. Aksi baku tembak itu dapat membahayakan warga. Untuk itu polisi harus serius dalam menangani kasus ini biar jangan terulang lagi dikedepannya," jelasnya.

Selain itu, dia menambahkan, pihak kepolisian harus memiliki catatan dan pengawasan terhadap pemilik senpi. "Dengan maraknya senpi saat ini, ada baiknya polisi memiliki catatan kepemilikan senjata api maupun soft gun. Selain itu penegak hukum juga harus melakukan pengawasan terhadap pemilik atau izin pengguna senpi atau softgun," tambah Redianto.

Seperti diketahui, kawanan perampok bersenpi baku tembak terhadap petugas Reskrim Polresta Medan saat beraksi menyatroni gerai Indomaret Jalan Sutomo Ujung Medan Timur tepatnya di depan kampus IAIN Sumut, Kamis (11/2) subuh. (Dik-SPS/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru