Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Januari 2026

Direktur LBH Nilai Masyarakat akan Bisa Menghubungi Polisi Lewat Gadget, Muluk-muluk

* Dilaporkan Saja Langsung, Belum Tentu Ditindaklanjuti
- Selasa, 12 Juli 2016 19:38 WIB
263 view
Direktur LBH Nilai Masyarakat akan Bisa Menghubungi Polisi Lewat Gadget, Muluk-muluk
Medan (SIB)- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menilai pernyataan Kapolri terpilih Komjen Tito Karnavian membuat masyarakat akan bisa menghubungi polisi lewat gadget suatu hal yang muluk- muluk.

"Itu suatu hal yang terlalu muluk-muluk. Dampaknya akan membuat laporan palsu dan laporan yang tidak benar. Kalau dia memang perlu, sebaiknya datang saja ke kantor polisi," kata Ketua LBH Medan Surya Adinata SH MKn kepada SIB di Medan, Kamis (30/6) lalu.

Sebaiknya, Kapolri terpilih melihat masalah penanganan kasusnya tidak pada pelaporan. Sekarang ini, tentang penanganan yang tidak transparan membuat masyarakat menjadi tidak percaya.

"Pelapor harus tetap membawa bukti. Kalau melapor melalui gadget tanpa ada bukti-bukti yang kuat, tentu tidak efisien. Kalau ada orang yang mau melapor, alangkah baiknya si pelapor dilayani di kantor polisi serta membawa bukti-bukti pelaporan," sarannya.

Menurut Surya, yang harus diperbaiki di tubuh Polri yaitu lebih berprofesional menangani kasus- kasus yang ada. "Sebaiknya, Polri jangan membiarkan suatu kasus diam di tempat. Misalnya ada pengaduan dari masyarakat di kantor polisi, tapi tidak ditindaklanjuti," ungkapnya.

Ia menilai bila pernyataan Kapolri terpilih tersebut dilaksanakan, belum tentu berjalan dengan baik. "Kita bandingkan saja dengan pelaporan masyarakat yang langsung mengadu ke kantor polisi. Tetapi pengaduan itu belum tentu ditindaklanjuti Polisi," cetusnya. Ia mengatakan belum tentu juga semua masyarakat bisa menghubungi polisi lewat gadget. "Apakah semua ekonomi masyarakat Indonesia ini sudah mampu memiliki gadget? Okelah kalau ekonominya mampu, sudah pasti memilikinya. Bagaimana masyarakat yang ekonomi ke bawah, sudah pasti mereka melapor ke kantor polisi juga," jelasnya.

Oleh karena itu, LBH Medan meminta kepada Kapolri terpilih Komjen Tito Karnavian agar membuat langkah-langkah yang lebih menyentuh langsung kepada masyarakat luas. "Bila ada laporan masyarakat ke kantor polisi harus ditanggapi masalahnya," pintanya.

Berita sebelumnya, Kapolri terpilih Komjen Tito Karnavian menyebutkan dirinya akan menargetkan reformasi internal di tubuh Polri. Reformasi dinilai penting agar outputnya bisa mengembalikan kepercayaan publik terhadap Polri. Public trust dinilai sangat perlu, sebab saat ini public trust terhadap Polri masih rendah.

Hal itu disampaikan Komjen Tito saat diwawancarai secara khusus oleh TVOne, Rabu (29/ 6). Menurutnya di dalam iklim demokrasi saat ini, ketika kekuatan ada di tangan rakyat, kekuasaan di tangan rakyat, maka persepsi publik itu menjadi penting. Tidak ada suatu negara demokrasi yang survive tanpa public trust.

Saat anggota Polri kontak dengan masyarakat, terutama badan publik maka public trust sangat tergantung pada kinerja di lapangan. Dan dipengaruhi perilaku serta kemampuan memelihara keamanan ketertiban masyarakat.

Di samping itu, persepsi publik akan ditentukan oleh media. Sebetulnya, mungkin banyak yang dikerjakan anggota di lapangan, seperti saya waktu di Polda Papua tetapi tidak tercover oleh media. Bagaimana perjuangan pengamanan, memikirkan mengamankan rakyat, memberikan bantuan di gereja, atau pada saat puasa dan lain-lain.

Tapi satu saja peristiwa menggambarkan Polisi kurang baik, pungli atau tidak melayani masyarakat itu sudah cukup untuk menghapus kinerja ribuan anggota yang sudah baik dan sebaliknya. Bahkan banyak hal, seperti pengamanan bom di Bali, itu tidak terekspos. Jadi manajemen media harus seimbang antara positif dan negatif.

Namun ia menekankan, yang paling utama adalah perilaku anggota di lapangan. Itu saya melihat kinerja ini bisa meningkat jika sejumlah langkah-langkah diperbaiki berikut internnya.

Saya berharap, sentra pelayanan publik akan lebih baik, lebih humanis, lebih dekat dengan masyarakat, serta mudah diakses. Ke depan akan menggunakan sistem quik respon. Masyarakat kemudian bisa menghubungi polisi lewat gadget yang kini seperti melekat bagi setiap masyarakat.

"Kita harapkan tidak perlu datang ke kantor polisi. Cukup melalui gadget dan polisi mendatangi mereka," ujar Tito. (A22/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru