Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Januari 2026

Timsus Dinilai "Ala 86" ,Kapolres Samosir dilapor ke Kapolri

- Selasa, 22 Juli 2014 16:14 WIB
1.722 view
Timsus Dinilai
Samosir  ( SIB)- Rehab Mapolres Samosir  tanpa sumber dana yang jelas dipertanyakan dan mengakibatkan kecurigaan di kalangan masyarakat. Dicurigai dana untuk rehab itu berasal dari hasil  "86" kasus-kasus yang ditangkap  Tim Khusus yang dibentuk Kapolres AKBP Andry Setiawan. Atas kecurigaan tersebut masyarakat pun mengadukan Kapolres dan Timsus ke Polda dan Kapolri.

Hal ini dikatakan Dian P Sinaga warga Samosir  kepada sejumlah wartawan yang bertugas di wilayah hukum Kabupaten Samosir Senin (21/7).

"Tidak jelas apa nama Tim Khusus (Timsus) yang dibentuk Kapolres Samosir AKBP Andry Setiawan. Setelah bekerja kurang lebih lima bulan, Timsus kebanyakan menangkap pelaku judi. Sehingga menimbulkan pertanyaan, apakah hanya untuk pelaku judi yang taruhan seribu-seribu Polres Samosir harus membentuk Timsus. Awalnya tahanan Polres sempat ramai dihuni masyarakat pelaku judi. Namun tidak semua yang ditahan sampai ke meja persidangan. Ada yang hanya ditahan satu minggu, ada yang hanya tiga hari, ada satu hari bahkan ada yang tidak sempat ditahan.

Oleh karena banyaknya kasus judi yang ditangkap namun tidak ditahan, timbul kecurigaan di kalangan masyarakat, menduga banyak kasus yang diselesaikan dengan cara berdamai antara pelaku dan pihak Polres Samosir, yang dikenal dengan istilah "lapan enam".

Bahkan warga menduga, kasus-kasus judi yang ditangkap itu, berkasnya kebanyakan tidak sampai ke Kejaksaan atau ada yang tidak diproses sama sekali, karena terlalu sering melakukan tangkap lepas, nama Timsus yang dibentuk AKBP Andry Setiawan itu pun dijuluki "Timsus 86"
Selain kasus judi, Timsus juga menangkap pelaku pelanggar hukum lainnya, seperti illegal logging, kasus minyak solar dan bensin. Sehingga masyarakat semakin bingung apa yang khusus dari tim khusus yang dibentuk Kapolres Samosir.

Di daerah lain, Timsus dibentuk karena adanya masalah yang perlu diselidiki/ditangani secara khusus oleh polisi. Misalnya, tim khusus dibentuk memburu narapidana yang lepas dari tahanan, tim khusus memburu teroris, memberantas preman, mengungkap jual beli kunci jawaban Ujian Nasional, memantau pelaku money politik saat Pemilu, atau karena adanya sejenis tindak kejahatan yang meningkat sehingga Polres membentuk Timsus.

Seperti di Polres Sumedang Timsus dibentuk untuk memburu pembunuh, tapi di Polres Samosir Timsus justru tidak memiliki tugas yang khusus.

Kapolres Samosir AKBP Andry Setiawan, saat ditanya untuk apa Timsus dibentuk, ia mengatakan Timsus dibentuk untuk membantu tugas-tugas Reskrim. "Karena saya lihat Reskrim kurang mampu, makanya kita bentuk Timsus" kata Kapolres saat ditanya wartawan sebulan lalu. Timsus pun sempat dijuluki "Reskrim Bayangan" di lingkungan Polres Samosir.

Meski Timsus di bawah satuan Reskrim, namun kasus judi yang ditangkap  Timsus terkadang tidak sampai ke Reskrim.

Terkadang hanya sebatas Kasatgas (kepala satuan tugas), pelaku judi yang ditangkap Timsus sudah dilepas dan diduga dilapanenamkan. Minggu lalu, informasi dari masyarakat, delapan orang pelaku judi ditangkap Timsus dari Desa Harian, Kecamatan Onanrunggu.

 Salah satu dari pelaku judi adalah anggota polisi . Uniknya Reskrim mengaku tidak menerima laporan dari Timsus tentang kedelapan orang yang tertangkap. Setelah ditelusuri ternyata laporan itu hanya sampai pada Kasatgas lalu para pelaku judi itupun dilepas, dengan alasan karena teman sekampung. Namun tidak jelas apakah Kasatgas terlebih dahulu "me-lapanemamkan" mereka sebelum dilepas.

Awal pertama bertugas di Samosir, akhir tahun 2013 lalu, Kapolres AKBP Andry Setiawan sempat dikagumi dan mendapat apresiasi karena kepeduliannya membenahi kantor Polres Samosir. Merehab pagar, ruangan, serta interior dalam ruangan kantor Polres. Namun lama-kelamaan diketahui bahwa tidak ada anggaran untuk merehab kantor Polres. Dan Kapolres sendiri mengatakan ia melakukan perehaban kantor Polres atas bantuan teman temannya.

Masyarakatpun menduga biaya pembangunan Polres itu sebahagian besar adalah hasil dari kasus-kasus judi yang "di-lapanenam-kan" Timsus. Hal ini pun sudah pernah dipertanyakan masyarakat Peduli Adat Samosir secara langsung kepada Kapolres. Masyarakat Peduli Adat  mengatakan kepada Kapolres, mereka siap mengumpulkan saksi, yaitu para pelaku judi yang pernah ditangkap dan dilapanenamkan  Timsus. Bahkan mereka sempat menunjukkan daftar  biaya perdamaian dari beberapa kasus judi yang disetor pelaku kepada Timsus. Menjawab masyarakat Peduli Adat, saat itu Kapolres mengatakan akan menyelidiki anak buahnya.

Setelah itu, Timsus sempat berhenti satu minggu tanpa tangkapan. Ibarat cooling down. Namun, dua minggu terakhir, Timsus seperti membabibuta mencari siang dan malam hingga ke pelosok di mana ada warga yang bermain judi.

Masyarakat pun akhirnya tidak sabar dengan cara-cara Timsus yang terlalu norak sehingga melaporkan Kapolres Samosir ke Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara. Laporan tertulis itu ditandatangani sekitar 38 warga dari berbagai elemen, meminta agar Kapolri mengusut sumber dana rehab gedung Polres .Surat laporan masyarakat itu diantar langsung ke Poldasu  Jumat, (18/7) oleh dua orang perwakilan masyarakat. Sedangkan untuk Kapolri dikirim melalui Pos. (F4/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru