Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Oktober 2026

Tak Hanya Serang Orang Dewasa, Penyakit Ginjal Juga ‘Incar’ Anak-anak

* Dokter: Penyakit Ginjal Butuh Air Putih
- Minggu, 13 Maret 2016 17:40 WIB
596 view
Tak Hanya Serang Orang Dewasa, Penyakit Ginjal Juga ‘Incar’ Anak-anak
Jakarta (SIB)- Penyakit ginjal selama ini lebih identik sebagai masalah orang dewasa. Padahal kenyataannya anak-anak pun juga bisa mengalaminya.

Seperti disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dr Dhairmeizar, SpPD-KGH, bahwa anak-anak juga bisa mengidap beberapa penyakit ginjal, baik yang akut maupun kronis.

Begitu pula disampaikan oleh ahli ginjal anak FKUI-RSCM DR dr Sudung O Pardede SpA(K). Menurutnya, penyakit ginjal pada anak ada yang sudah bawaan sejak di dalam kandungan, dan ada yang didapat setelah anak dilahirkan. Semua bisa diketahui dengan memeriksakan anak ke dokter.

"Kalau yang bawaan misalnya ginjal polikistik. Nah, kalau yang didapat alias setelah lahir itu seperti infeksi saluran kemih atau mungkin kelainan lain," ujar dr Sudung dalam konferensi pers peringatan Hari Ginjal Sedunia 2016 di Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Gejala yang muncul bervariatif, bergantung pada penyakit ginjal itu sendiri dan tidak bisa disamaratakan. Seperti dicontohkan dr Sudung, anak dengan infeksi saluran kemih biasanya menunjukkan gejala seperti demam dan nyeri saat berkemih.

"Tapi perhatikan juga, yang infeksi seperti ini belum tentu terjadi penurunan fungsi ginjal. Yang seperti ini bisa disembuhkan, tapi ya kalau tidak diatasi lama-lama fungsi ginjal bisa terganggu," imbuh dr Sudung.

Ginjal memiliki peran penting dalam sistem metabolik tubuh manusia. Selain menjadi organ penyaring racun dan zat-zat sisa dalam darah, ginjal juga berfungsi menjaga keseimbangan volume dan komposisi cairan tubuh.

Organ vital ini juga berperan dalam keseimbangan sirkulasi darah, yaitu dengan mengatur tekanan darah dan memproduksi sel darah merah. Setiap hari, ginjal menyaring hingga 180 liter darah. Oleh sebab itu, kesehatan ginjal penting untuk selalu dijaga.

Ginjal Butuh Air Putih

Agar berbagai organ vital tubuh bekerja dengan maksimal, tubuh memerlukan asupan hidrasi yang cukup. Untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, Anda dianjurkan untuk minum cukup air putih. Namun, karena alasan bosan, tak sedikit yang memilih untuk menambahkan zat-zat lain termasuk pewarna, pemanis dan perasa tambahan pada air putih.

Untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, Anda dianjurkan untuk minum cukup air putih dalam sehari. Namun, karena alasan bosan, tak sedikit yang memilih untuk menambahkan zat-zat lain termasuk pewarna, pemanis dan perasa tambahan pada air putih.

Padahal dengan begitu, manfaat sehat memenuhi kebutuhan cairan tubuh hampir tidak akan didapat. Bisa jadi justru tubuh berisiko mengidap penyakit lain seperti diabetes akibat dari konsumsi minuman tersebut.

Seperti disampaikan oleh ahli ginjal anak FKUI-RSCM, DR dr Sudung O. Pardede, SpA(K), bahwa air putih itu pada dasarnya untuk diminum langsung. Bukan untuk ditambah-tambah dengan zat lain.

"Yang kita butuhkan kan airnya, bukan zat penambahnya. Awalnya mau minum, kan jadi ikut masuk ke tubuh juga zat-zat penambahnya. Misalnya kalori dan gula," ujar dr Sudung .

Tanpa disadari, kebiasaan mengonsumsi minuman dengan zat pewarna dan perasa ini perlahan-lahan bisa membuat berat badan meningkat. Dalam jangka panjang, risiko penyakit seperti sakit jantung dan ginjal pun kemudian bisa menyerang. "Iya nanti jadi gemuk kan karena minum minuman bergula terus," imbuhnya.

Dikutip dari  New York Times, peneliti sekaligus pakar diet bersertifikasi di CSIRO Animal, Food and Health Sciences, Pennie Taylor, menyarankan Anda untuk minum empat sampai enam gelas standar air per hari.

Namun, jumlah air bisa ditambah jika sedang berada di tempat dengan suhu panas dan Anda sangat aktif melakukan kegiatan. Sebaliknya, ketika suhu dingin, konsumsi air bisa dikurangi. banyak minum memang dianjurkan. Tapi ingat, sekitar 8 gelas sudah cukup karena jika berlebihan justru akan membebani ginjal.(dth/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru