Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Oktober 2026

Jangan Sepelekan, Katarak Sumbang 50 Persen Kasus Kebutaan di Indonesia

* Diabetes Mellitus Salah Satu Penyebabnya
- Minggu, 31 Juli 2016 15:45 WIB
716 view
Jangan Sepelekan, Katarak Sumbang 50 Persen Kasus Kebutaan di Indonesia
Jakarta (SIB)- Kementerian Kesehatan RI menyebut, katarak menyumbang 50 persen kebutaan di Indonesia. Diperkirakan juga, setiap tahun kasus baru buta karena katarak bertambah sebesar 0,1 persen dari total jumlah penduduk di Indonesia.

"Keberadaan Indonesia sebagai negara tropis menjadikan penduduknya memiliki kecenderungan menderita katarak 15 tahun lebih cepat bila dibandingkan penduduk di daerah subtropik," ujar Direktur Utama Jakarta Eye Center (JEC) Korporat, dr Johan A. Hutauruk, SpM saat ditemui dalam acara Kick Off '910 Operasi Katarak Gratis' di RS Mata JEC, Kedoya, Jakarta Barat, Sabtu (23/7).

Data menyebut, satu dari seribu orang di dunia setiap tahunnya mengalami katarak. Walaupun katarak tidak bisa dihindari, namun terdapat cara untuk membuat kondisi katarak tersebut tidak cepat memburuk. Caranya antara lain dengan mengontrol gula darah hingga menggunakan kaca mata saat hendak keluar ruangan.
"Sedangkan dari dalam bisa ditambah dengan mengonsumsi vitamin antioksidan," ujar dr Nashrul Ihsan, SpM, dari RS Mata JEC saat ditemui dalam acara yang sama.

Salah satu vitamin antioksidan yaitu vitamin C. Hal tersebut menurut sebuah penelitian dalam jurnal Ophthalmology, cairan vitamin C yang tinggi akan membantu mencegah oksidasi yang mengarah ke lensa mata. Nah, konsumsi cukup vitamin C diyakini dapat meningkatkan jumlah vitamin dalam cairan mata, sehingga memberikan perlindungan ekstra terhadap risiko katarak.

Diabetes Mellitus
Sudah bukan rahasia lagi bahwa diabetes mellitus merupakan penyebab berbagai penyakit kronis. Mulai dari penyakit jantung, stroke, demensia, bahkan penyakit mata seperti katarak.

"Apabila kadar diabetes mellitusnya tinggi, itu membuat katarak di mata menjadi lebih cepat terbentuk daripada biasanya," ujar dr Nashrul Ihsan, SpM, Ketua Pelaksana '910 Operasi Katarak Gratis'.

Kondisi ini menurut dr Nashrul dikarenakan kadar gula yang tinggi sehingga sel-sel lensa menjadi lebih cepat rusak. Akibatnya, katarak menjadi lebih cepat muncul. Maka dari itu, diperlukan pencegahan sedini mungkin untuk melakukan pencegahan.

"Salah satu pencegahannya bisa dengan rutin mengontrol gula darah," lanjut dr Nashrul.

Katarak juga bisa disebebkan oleh paparan sinar ultra violet. Presiden Direktur JEC sekaligus Direktur Utama JEC Kedoya, dr Johan A Hutauruk, SpM(K), menyarankan untuk mulai melakukan pencegahaan sedini mungkin. Misalnya dengan menggunakan kacamata hitam ketika bepergian atau tidak memandang langsung ke arah matahari.

"Selain itu perlu juga dilakukan pola hidup sehat. Makan makanan bergizi, jangan lupa olahraga. Kalau sehat kan akan terhindar dari penyakit lain yang bisa meningkatkan resiko katarak," tutur dr Johan saat ditemui beberapa waktu lalu.

Perlu diketahui, katarak merupakan penyakit degeneratif yang bisa menyerang semua orang. Sebanyak 90 persen orang akan mengidap katarak ketika berusia di atas 70 tahun. Sementara sisanya mengidap katarak ketika menginjak usia 50 tahun.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut dari 285 juta pengidap gangguan penglihatan di seluruh dunia, 51 persen di antaranya diakibatkan oleh katarak. Di Indonesia sendiri diperkirakan ada satu pasien katarak baru di antara 1.000 orang. (detikhealth/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru