Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Oktober 2026

Kanker Usus Besar Peringkat Ketiga Kasus Kanker di Dunia

* Bisakah Mi Instan Picu Kanker Usus ?
- Minggu, 13 November 2016 20:56 WIB
592 view
Kanker Usus Besar Peringkat Ketiga Kasus Kanker di Dunia
Jakarta (SIB) -Kanker usus besar berada di peringkat ketiga kasus kanker di dunia setelah kanker payudara dan kanker serviks. Meski berbahaya, penyakit ini bisa ditangani jika ditemukan dalam stadium awal.

dr Eko Priatno SpB-KBD dari RS Pondok Indah-Puri Indah mengatakan untuk itu, penting bagi masyarakat untuk melakukan skrining. Skrining dianjurkan untuk mereka yang sudah berusia di atas 40 tahun.

"Kalau nggak ada riwayat kanker di keluarga, skrining usia setelah usia di atas 50 tahun, setahun sekali nggak apa-apa. Tapi kalau ada keluarga pernah kena kanker, dianjurkan usia 40 tahun sudah skrining," tutur dr Eko, dalam temu media di Plaza Senayan, Jl Asia Afrika, Jakarta Selatan dan ditulis Jumat (8/4).

Selain skrining, masyarakat juga harus mewaspadai gejala-gejala yang ditimbulkan oleh kanker usus besar. Apa saja? Berikut 4 gejala utamanya.

1.BAB berdarah dan nyeri
Buang air besar yang mengeluarkan darah dan terasa nyeri merupakan gejala utama kanker usus besar. Jika mengalami hal ini, segera periksakan diri ke dokter.

"Kalaupun bukan kanker usus besar, BAB nyeri dan berdarah itu sudah bahaya. Bisa jadi ada penyakit lain seperti wasir atau yang lainnya," tutur dr Eko.

2.Nyeri perut bagian bawah
Nyeri yang terasa di bagian bawah perut juga bisa menandakan adanya kanker usus besar. Tumor yang makin membesar menekan usus dan menyebabkan rasa nyeri.

"Nyeri ini bermacam-macam mulai dari hanya sekedar begah atau bisa juga sakit yang tak tertahankan," tandasnya.

3. Diare
Diare terus menerus selama lebih dari 4 minggu menandakan adanya gangguan di usus besar. Gangguan ini bisa saja disebabkan oleh tumor kanker.

"Kalau tumor kankernya ada di bagian kanan usus besar, gejala utamanya biasanya diare. Karena penyerapan kotorannya nggak maksimal, makanya dia diare terus," ungkapnya.

4. Sembelit
Sembelit atau susah BAB lebih dari 4 minggu menandakan adanya penyumbatan di usus besar. Sumbatan ini terjadi akibat tumor kanker yang menutupi saluran usus besar sebelah kiri.

"Kalau kanker usus besar di sebelah kiri itu biasanya sembelit. Karena tumornya menutupi jalan ke rektum sehingga pasien susah BAB," tandasnya.

Bisakah Mi Instan Picu Kanker Usus
Makanan instan seperti mi banyak menggunakan bahan-bahan tambahan, baik sebagai pengawet maupun penyedap rasa. Ada kekhawatiran bahwa terlalu banyak mengonsumsinya bisa memicu kanker usus.

"Belum ada penelitian yang mengatakan makanan instan bisa memicu kanker usus," kata dr Ibrahim Basir, SpB-KBD, pakar bedah saluran cerna dari IKABDI (Ikatan Ahli Bedah Digestif Indonesia) Jaya dalam temu media di Hotel Double Tree, Rabu (9/11).

Menurut dr Ibrahim, risiko kanker usus dalam kaitannya dengan makanan lebih dipengaruhi oleh diet atau pola makan. Terlalu banyak mengonsumsi lemak dan protein, tanpa diimbangi asupan serat yang cukup, menurutnya lebih terbukti memicu kanker usus.

Meski demikian, ia tidak menganjurkan untuk terlalu sering mengonsumsi mi instan maupun makanan instan lainnya. Makanan instan sebaiknya cukup dikonsumsi sesekali, sebab kandungan nutrisinya juga tidak selengkap makanan alami.

Pendapat senada juga disampaikan oleh dr Arnold Simanjuntak, SpBD. Menurutnya, makanan alami lebih sehat karena melatih sel-sel usus dalam mencerna dan menyerap nutrisi. Usus yang terlatih akan memiliki daya tahan yang lebih kuat, termasuk dalam menangkal penyakit.

Dikira Wasir
Bercak darah saat BAB atau buang air besar kerap disangka gejala wasir. Sebaiknya tidak disepelekan, sebab kanker usus juga bisa ditandai dengan gejala yang sama.

"BAB keluar darah, dokter harus melakukan colok dubur. Harus memasukkan jarinya ke dubur untuk memeriksa," kata dr Ibrahim Basir.

Colok dubur, menurut dr Ibrahim merupakan metode deteksi dini yang cukup diandalkan saat ini. Sekitar 60 persen kasus kanker kolorektal bisa terdeteksi dengan metode yang sangat sederhana ini.

"Kanker paling banyak ditemukan di perbatasan kolon (usus besar) dengan rektum (dubur). Jari tangan bisa menjangkau sedalam 7 cm," tambahnya.

Di Indonesia, kanker usus tercatat sebagai jenis kanker paling banyak ke-3 dengan prevalensi sekitar 1,8 kasus tiap 100.000 penduduk. Jenis kanker ini paling sering terdeteksi dalam kondisi sudah stadium lanjut dan peluang kesembuhannya sudah lebih rendah.

Kanker usus lebih sering ditemukan pada usia di atas 50 tahun, meski dalam beberapa kasus juga ditemukan pada usia lebih muda. Faktor risiko lainnya mencakup riwayat keluarga, gaya hidup kurang olahraga, serta pola makan tinggi lemak dan kurang serat. (detikHealth/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru