Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Oktober 2026

Usai Terima Transfusi Darah, Bagaimana Pengaruh DNA Asing dalam Tubuh?

- Minggu, 27 November 2016 22:06 WIB
763 view
Jakarta (SIB)- Deoxyribonucleic acid atau DNA adalah molekul yang berisi informasi genetik dan berbeda-beda untuk tiap individu sehingga menjadi ciri khas. Nah ketika transfusi darah, ada DNA orang lain yang akan masuk ke dalam tubuh kita.

Apakah yang ditransfusi itu beberapa bagian darah atau seluruhnya, DNA asing dari donor akan tetap ada. Lalu kira-kira bagaimana hal ini berdampak untuk tubuh?

Menurut Michelle N. Gong dari Mount Sinai School of Medicine DNA asing tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena tidak akan membawa perubahan berarti. Satu efek yang telah distudi adalah memang ada kemungkinan bila tes dilakukan dengan mengambil darah, maka DNA donor bisa terdeteksi.

Kemungkinan tersebut semakin besar apabila penerima mendapat banyak transfusi terutama sel darah putih. Di dalam sel darah putih tersimpan DNA sementara sel darah merah tidak.

"Studi menggunakan PCR untuk memperkuat gen pria pada penerima transfusi perempuan menunjukkan bahwa DNA donor dapat bertahan terdeteksi sampai tujuh hari. Satu studi lainnya melihat pasien trauma perempuan yang menerima transfusi besar bisa menunjukkan kehadiran leukosit donor sampai satu tahun setengah," kata Michelle seperti dikutip dari Scientific American, Rabu.

Namun Michelle menambahkan studi tersebut menggunakan metode yang sensitif. DNA sang penerima sendiri tetap akan terdeteksi lebih dominan sehingga kehadiran DNA asing pada tes darah dapat dianggap sebagai ekstra saja. Seseorang tidak perlu khawatir bahwa DNA-nya akan berubah.

Hal yang lebih dikhawatirkan dalam transfusi bukan adanya DNA asing melainkan bagaimana tubuh bereaksi menerima darah. Reaksi alergi, demam, hingga berlebihnya deposit zat besi dalam tubuh lebih menjadi fokus perhatian. (detikhealth/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru