Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Oktober 2026

Banyak Duduk Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

- Minggu, 15 Januari 2017 19:38 WIB
579 view
Jakarta (SIB) - Saat ini, duduk dalam waktu yang lama sering dilakukan masyarakat, terutama mereka para pekerja kantoran. Nah, jika Anda salah satu orang yang baik secara sadar atau tidak sadar menghabiskan banyak waktu untuk duduk, baiknya mulai kurangi kegiatan itu.

Sebab, banyak duduk bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Apa saja yang bisa terjadi? Simak pemaparan soal dampak buruk yang bisa muncul ketika Anda kebanyakan duduk.

1. Kadar kolesterol buruk naik
Saat terlalu banyak duduk, kalori yang terbakar akan lebih sedikit. Selain itu, lipoprotein lipase, enzim yang membantu pemecahan lemak juga menurun drastis, demikian disampaikan Dominique Wakefield, pakar kebugaran di American Council on Exercise (ACE).

Lipoprotein lipase ini juga berperan dalam mengubah low-density lipoprotein (kolesterol jahat) menjadi high-density lipoprotein (kolesterol baik). Nah, studi dari Ohio State University menemukan bahwa duduk selama 8 jam bisa menurunkan kemampuan enzim mengubah kadar kolesterol jahat menjadi baik sampai 95 persen.

2. Nyeri otot
"Saat Anda tidak duduk dengan baik maka nyeri otot bisa mudah terjadi. Sehingga, kurangnya perhatian pada bagaimana cara duduk Anda bisa berefek negatif pada Anda," kata Mark Schneider, personal trainer di Movement Minneapolis kepada Woman's Day.

Sementara, Jessica Matthews, pakar personal training di ACE mengatakan saat berdiri, telinga, bahu, pinggul, lutut, dan pergelangan kaki harus membentuk garis lurus dengan posisi tulang belakang membentuk huruf S.

"Hal ini juga berlaku ketika Anda duduk. Kecuali telinga, bahu, dan pinggul yang tidak berada di garis lurus. Tapi, lutut dan pergelangan kaki harus dalam posisi sejajar. Jika ini tidak Anda lakukan, akan ada keluhan nyeri otot pinggul, leher, dan sakit kepala," papar Matthews.

3. Lebih berisiko alami obesitas 2,5 kali
Laporan ACE menyebutkan Anda lebih dari dua kali lebih mungkin mengalami obesitas ketika duduk 6 jam per hari, dibanding jika Anda hanya duduk 30 menit per hari. Sementara The American Journal of Clinical Nutrition menemukan duduk terlalu lama dua kali lebih berbahaya pada orang dengan obesitas.
4. Risiko terkena diabetes tipe 2, kanker, dan penyakit kardiovaskular bertambah

Wakefiled mengatakan duduk terlalu lama meningkatkan risiko kematian sampai 40 persen. Apalagi, berdasarkan review Annals of Internal Medicine, risiko kanker, diabetes, dan penyakit kardiovaskular juga bertambah ketika seseorang jarang melakukan aktivitas fisik.

5. Risiko kematian meningkat
Studi dalam American Journal of Preventative Medicine menemukan hampir 4 persen kematian disebabkan karena terlalu banyak duduk. Sementara, data ACE menyebutkan duduk kurang dari 3 jam per hari bisa menambah kemungkinan panjang umur sampai dua tahun.

Sebaliknya, duduk lebih dari 6 jam sehari ditambah kurangnya aktivitas fisik bisa meningkatkan risiko kematian sampai 94 persen.

Untuk meminimalkan dampak buruk kebanyakan duduk bagi Anda yang 'terpaksa' mengalaminya, Matthew merekomendasikan untuk melakukan pemanasan selama beberapa menit, tiap duduk 30 menit

Sementara, Schneider menyarankan Anda untuk melakukan jalan kaki 10 sampai 13 ribu langkah per hari. Jangan lupa pula lakukan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu.(detikhealth/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru