Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Oktober 2026

5 Masalah pada Perut Bisa jadi Tanda Gangguan Pencernaan

- Minggu, 05 Maret 2017 19:42 WIB
487 view
Jakarta (SIB) -Perut terkait dengan sistem pencernaan. Sehingga, ketika ada masalah di perut, itu bisa jadi tanda ada gangguan pada sistem pencernaan Anda.

Sehingga, ketika ada perubahan kondisi atau masalah pada perut yang seperti ini, tak ada salahnya Anda periksa ke dokter untuk memastikan apakah ada masalah dengan sistem pencernaan Anda. Nah, ini dia kondisi pada perut yang bisa jadi sinyal adanya masalah di pencernaan.

1.Sering kentut disertai beberapa keluhan
John E Burney, MD, ahli gastroenterologi di Fayetteville, Georgia mengatakan kentut memang hal yang normal. Bahkan, rata-rata seseorang mengeluarkan 2 liter kentut setiap hari.

"Tapi, Anda perlu waspada ketika sering kentut diiringi keluhan rasa tidak nyaman di perut, perubahan kebiasaan buang air besar dan penurunan berat badan tanpa sebab," kata Burney kepada Prevention.

Bau kentut yang amat menusuk dan busuk juga bisa menjadi tanda bahwa parasit yang disebut giardia telah menginfeksi usus, demikian disampaikan Burney.

2.Celana tiba-tiba menyempit
Celana yang tiba-tiba terasa ketat dan sempit umumnya bukan disebabkan karena lemak di perut, tapi gas yang membuat perut kembung. Burney mengatakan kembung sebenarnya umum dialami terlebih ketika seseorang makan terlalu banyak atau 'memakan' udara yang terlalu banyak.

Tapi, kata Burney, ketika celana yang menyempit disertai nyeri berkepanjangan di perut atau ada darah di feses, baiknya Anda berhati-hati.

"Ini bisa jadi gangguan pencernaan yang terkait produk susu atau kondisi lain yang butuh penanganan lanjut. Misalnya gastroesophageal reflux disease (GERD), irritable bowel syndrome (IBS), batu empedu, konstipasi dan penyakit celiac," terang Burney.

3.Celana tiba-tiba kebesaran
Tak hanya celana yang tiba-tiba terasa sempit, celana yang tiba-tiba kebesaran juga bisa jadi tanda ada masalah di pencernaan. Menurut Burney, gastroenterolog sering menemukan pasien dengan penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.

"Itu bisa jadi gejala penyakit celiac atau Crohn's disease yang berkaitan dengan kemampuan tubuh menyerap nutrisi. Atau bahkan, penurunan bobot yang tiba-tiba bisa jadi indikasi adanya kanker kolon, perut, atau pankreas," kata Burney.

4.Ada darah di feses
Jeffrey S Crespin, MD, ahli gastroneterologi dan asisten profesor klinis di New York University mengatakan jika ada darah di feses, Anda mesti berhati-hati. Ya, bagi Anda yang memiliki wasir, itu bisa saja terjadi karena wasir yang membengkak.

"Tapi jika Anda tidak memiliki wasir. Siapapun yang mengalami perdarahan di rektum berulang dan berusia lebih dari 40 tahun perlu dievaluasi. Pun ketika Anda sering mengalami perdarahan saat buang air besar, baiknya segera cek ke dokter," tutur Crespin.

5.Anemia defisiensi besi
Zat besi membantu sel darah merah mengantarkan okgisen ke jaringan tubuh. Ketika kadar zat besi di tubuh amat rendah, bisa timbul keluhan mudah lelah, rambut rontok, kulit kekuningan dan sakit kepala.

Ketika Anda mengalami gejala itu, dokter bisa memeriksa kadar zat besi dengan tes darah sederhana. Tapi, jika Anda diketahui mengalami anemia, kemungkinan perlu dilakukan evaluasi oleh gastroenterolog.

"Anemia defisiensi besi sering disebabkan kekurangan darah kronis dan kehilangan darah yang tak disadari di sistem pencernaan. Misalnya akibat kanker kolon, kanker perut, bisul di pencernaan, inflamasi usus dan pembuluh darah yang dangkal dan disebut angiodiplasia," kata Burney. (detikHealth/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru