Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Oktober 2026

Perokok Pasif Rentan Digerogoti Tumor

* Kanker Paru, Hentikan Kabiasaan Merokok
- Minggu, 02 April 2017 22:26 WIB
584 view
Jakarta (SIB)- Asap rokok berbahaya bukan hanya bagi perokok aktif, melainkan juga bagi orang-orang di sekitarnya. Para perokok pasif menjadi rentan terhadap tumor karena kehilangan sistem kekebalan terhadap penyakit tersebut.

Sebuah penelitian di University of Vienna mengungkap salah satu senyawa racun yang membuat perokok pasif rentan terhadap pertumbuhan tumor. Senyawa tersebut adalah acrolein atau acrylic aldehyde, yang dilepaskan ke udara saat rokok terbakar.

"Siapapun yang pernah duduk di pub dengan penuh asap rokok pernah menghirupnya," kata Erika Jensen-Jarolim dan Franziska Roth-Walter yang memimpin penelitian tersebut, dikutip dari Sciencedaily.

"Tapi yang membuat kami lebih khawatir adalah paparan jangka panjang sebagaimana juga paparan pada anak maupun anggota keluarga di rumah perokok," kata mereka, dalam laporannya di jurnal Scientific Reports.

Acrolein, menurut para ilmuwan merupakan racun yang merusak material genetik. Senyawa ini menghambat respons alami sistem imun melalui regulasi sel T, yang memicu pertumbuhan sel tumor.

"Acrolein bisa menempel pada apapun, seperti piring, pakaian, tirai, dan kemudian bisa masuk melalui kulit misalnya," kata Jensen-Jarolim.

"Karena itu penting untuk melindungi anak-anak dan perempuan hamil, khususnya dalam situasi domestik, dan ini hanya bisa dilakukan dengan sama sekali menghilangkan kontak dengan asap rokok maupun residu yang dihasilkan," tegasnya.

Organisasi kesehatan dunia atau WHO memperkirakan 600.000 kematian tiap tahun disebabkan oleh paparan asap rokok. Di Austria sendiri, diperkirakan setiap hari ada 2-3 orang meninggal sebagai perokok pasif.

Bikin Risiko
Kanker paru merupakan salah satu jenis kanker mematikan yang berbahaya. Salah satu faktor risikonya disebutkan adalah kebiasaan merokok. Maka dari itu, Anda dianjurkan untuk menghentikan kebiasaan tersebut.

Menurut dokter spesialis paru RS Mitra Keluarga Bekasi, dr Anthony D. Tulak, SpP, FCCP, secara statistik 90 persen kasus kanker paru berkaitan degan polusi, di mana utamanya adalah polusi berupa asap rokok. Oleh karena itu, kebiasaan merokok menjadi hal yang sangat penting dalam pencegahan penyakit kanker paru.

"Mengapa rokok sangat berbahaya? Di dalam rokok itu ada yang namanya tar, itu lengket sekali. Kalau masuk ke dalam paru bisa jadi nempel. Rokok juga mengandung 28 karsinogenik, yang merupakan faktor penyebab kanker," tutur dr Anthony kepada detikHealth.

Ketika seorang perokok memutuskan untuk berhenti merokok, maka risikonya untuk mengalami kanker paru akan menjadi lebih kecil alias menurun. "Nah kalau perokok ya naik sampai 8 kali lipat risikonya kena kanker paru," imbuhnya.

Terlebih ketika dalam riwayat keluarga perokok tersebut terdapat faktor turunkan kanker, risikonya untuk mengalami kanker paru akan menjadi semakin berkali-kali lipat. Tak cuma perokok aktif, menurut dr Anthony risiko kanker paru dan asap rokok juga berlaku untuk perokok pasif.

Ini karena asap rokok yang diembuskan perokok aktif juga mengandung berbagai macam zat berbahaya apabila terhirup terus-menerus. Termasuk di antaranya pelepasan karbonmonoksida dan karbondioksida di udara. "Itu kan polusi juga. Jangan lupa kanker paru merupakan kanker pembunuh pria nomor satu di Indonesia, sementara untuk wanita dia nomor lima," terang dr Anthony. (detikHealth/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru