Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Oktober 2026

The Coffee Diet, Tren Turunkan Berat Badan dengan Minum Kopi

- Minggu, 16 Juli 2017 21:30 WIB
816 view
Jakarta (SIB)- Baru-baru ini kembali muncul tren diet baru, khususnya bagi mereka yang hobi meminum kopi. Disebut sebagai The Coffee Diet, disebutkan konsumsi rutin kopi setiap hari bisa bantu turunkan berat badan.

Seperti dikutip dari New York Post, pakar kesehatan Bob Arnot menyebutkan bahwa konsumsi secangkir kopi setiap hari dapat membantu program penurunan berat badan dengan meningkatkan metabolisme tubuh.

Selain itu, konsumsi kopi juga diklaim membantu menekan nafsu makan berlebih serta membuat tubuh membakar lebih banyak kalori.
"Pertama, ada peningkatan efek metabolik. Dengan meminum kopi, Anda akan membakar 100 kalori lebih banyak setiap hari dibandingkan jika Anda tidak meminumnya," ujar Arnot kepada People.

Dikombinasikan dengan olahraga, rutin minum kopi juga membuat tubuh Anda menjadi membakar lebih banyak asam lemak. Dalam metode diet ini, Anda dianjurkan untuk meminum secangkir kopi hitam panas setelah makan, sebelum mandi dan sebelum olahraga.

Nutrisionis Kristen Beck mengungkapkan bahwa meski kopi dapat meningkatkan metabolisme, namun pada umumnya efek yang dirasakan tidak akan bertahan lama.

"Kopi memang bisa menekan nafsu makan dengan memberikan dorongan energi, namun mengandalkan kopi sebagai sumber energi kurang tepat. Efeknya hanya bersifat jangka pendek dan tidak bertahan lama," ungkap Beck.

Hal serupa juga disampaikan oleh pakar pencernaan dan penyakit hati dari Monash Health, Australia. Ia menjelaskan bahwa konsumsi kopi memang baik bagi kesehatan secara keseluruhan, namun harus tetap dibatasi dan dibarengi dengan gaya hidup sehat lainnya.

"Yang perlu diketahui, diet ini bukan hanya tentang minum kopi. Tapi Anda juga harus memiliki pola makan sehat yang menyertainya. Ini tidak diragukan lagi, memiliki efek dan tanggung jawab lebih besar untuk penurunan berat badan," pesan Beck.

Panjang Umur
Sudah ada beberapa studi yang mengatakan bahwa meminum kopi dikaitkan dengan rendahnya risiko kematian. Namun dua temuan terbaru ini memberikan bukti tambahan tentang hal itu.

Studi pertama mendasarkan pengamatannya pada pola minum kopi lebih dari 185.000 orang Amerika selama 16 tahun. Meminum kopi secara rutin kemudian diktakan dapat menurunkan risiko kematian karena faktor apapun.

Bahkan makin banyak kopi yang diminum dalam sehari, makin tinggi manfaat yang dirasakan. Peneliti mencatat, mereka yang minum empat cangkir kopi dalam sehari berpeluang mengalami penurunan risiko kematian akibat sebab apapun sebanyak 18 persen dibandingkan yang tidak pernah minum kopi.
Dalam studi kedua yang melibatkan lebih dari 520.000 orang di 10 negara di Eropa selama 16 tahun juga ditemukan hal senada. Menariknya, keduanya telah mempertimbangkan faktor lain yang mungkin mempengaruhi temuan mereka, seperti kebiasaan merokok.

Dikatakan salah satu peneliti, Marc Gunter dari School of Public Health, Imperial College London, kebiasaan merokok pada responden dilaporkan tidak berdampak terhadap efek positif kopi terhadap kematian.

Ketua tim peneliti, Veronica Setiawan, yang juga ahli epidemiologi dari Keck School of Medicine, University of Southern Carolina menambahkan, studinya merupakan yang pertama mengungkapkan manfaat konsumsi kopi terhadap berbagai etnis dan ras.

Nyatanya minum kopi dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung, kanker, gangguan pernapasan, stroke, diabetes dan penyakit ginjal, di semua kelompok etnis, termasuk Afro-Amerika, Kaukasia, Jepang-Amerika dan Latin.

"Sebab temuannya konsisten dengan studi-studi sebelumnya yang hanya mengamati populasi kulit putih di Amerika. Padahal mereka pasti memiliki gaya hidup, pola makan dan tingkat kerentanan yang berbeda-beda, tapi nyatanya kami tetap menemukan pola yang sama," tandas Setiawan seperti dilaporkan CNN.

Tak hanya itu, peneliti juga menemukan bahwa kopi tanpa kafein dapat dikaitkan dengan umur panjang. Ini berarti manfaat minum kopi tidak sebatas karena kandungan kafeinnya, meski fakta ini masih harus digali lagi.

Diyakini kopi mengandung banyak bahan bioaktif, termasuk yang memiliki efek antioksidan yang telah lama diketahui bermanfaat bagi kesehatan.
"Artinya kita bisa memasukkan kopi ke dalam gaya hidup sehat. Sebab dari studi-studi yang sudah ada juga terbukti minum kopi bagi sebagian besar masyarakat tidak menimbulkan bahaya dalam jangka panjang," tutup Setiawan. (detikhealth/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru