Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026

Lindungi Ginjal Melalui Deteksi Dini Penyakit Ginjal dengan Prolanis

Leo Bastari Bukit - Selasa, 11 November 2025 22:06 WIB
7.580 view
Lindungi Ginjal Melalui Deteksi Dini Penyakit Ginjal dengan Prolanis
Foto: Dok/BPJS Kesehatan
Ketua Umum PDKI sekaligus peneliti USU dr Isti Ilmiati Fujiati, didampingi lainnya memberikan keterangan kepada Forwakes Sumut saat pelaksanaan Prolanis di Kota Medan, Selasa (11/11/2025).

Hasil awal penelitian menunjukkan peserta yang aktif mengikuti edukasi dan rutin menjalani pemeriksaan Prolanis mengalami stabilitas fungsi ginjal yang lebih baik, tekanan darah dan kadar gula yang lebih terkontrol, serta perlambatan perkembangan kerusakan ginjal.

Deputi Direksi Wilayah I BPJS Kesehatan, Nuim Mubaraq menegaskan, Prolanis merupakan fondasi penting dalam upaya deteksi dini berbagai penyakit kronis, termasuk PGK. Program ini mencakup pemeriksaan laboratorium (urine dan kimia darah), pemantauan tekanan darah dan gula darah, konsultasi kesehatan, edukasi, serta aktivitas fisik terstruktur seperti Senam Prolanis.

"Prolanis bukan sekadar pemeriksaan rutin. Ini adalah intervensi menyeluruh untuk mencegah komplikasi berat, termasuk gagal ginjal stadium akhir yang memerlukan hemodialisis. Sayangnya, masih banyak peserta yang hanya datang pada pemeriksaan pertama dan tidak melanjutkan pada sesi berikutnya. Padahal, pemeriksaan kedua-lah yang menjadi kunci validasi hasil," tegas Nuim.

Ia menambahkan, seluruh biaya pemeriksaan Prolanis ditanggung penuh oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tanpa biaya tambahan bagi peserta.

Kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan USU ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang berupa penurunan angka gagal ginjal terminal, peningkatan kualitas hidup penderita penyakit kronis, efisiensi belanja kesehatan nasional, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini.

"Kolaborasi antara penyelenggara JKN dan lembaga pendidikan tinggi memperkuat fondasi sistem kesehatan nasional. USU menyediakan riset berbasis bukti, BPJS Kesehatan memberikan akses dan pendanaan, sementara fasilitas kesehatan menjadi garda terdepan di lapangan," ujar Isti.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru