Mendagri Tito Karnavian Tegas Dukung Pengusulan Perkada Tapteng
Tapteng(harianSIB.com)Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Rehabilitasi Wilayah (Kasatgas PRR), Tito Karnavian me
Medan (harianSIB.com)
BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah I bersama Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara (USU) menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat upaya pencegahan penyakit kronis, khususnya dalam deteksi dini Penyakit Ginjal Kronis (PGK). Kerja sama ini difokuskan pada optimalisasi pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Kota Medan, Selasa (11/11/2025).
Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi peserta dalam pemeriksaan Prolanis yang dilakukan dua kali dalam setahun. Langkah tersebut penting karena penderita diabetes melitus dan hipertensi merupakan kelompok yang paling berisiko mengalami kerusakan ginjal. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat pelayanan kesehatan yang menyeluruh, mencakup aspek preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif.
Ketua Umum Persatuan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) sekaligus peneliti USU, dr Isti Ilmiati Fujiati, menjelaskan, pemeriksaan Prolanis dua kali setahun memiliki dasar ilmiah yang kuat untuk memastikan ketepatan diagnosis dan intervensi dini terhadap gangguan fungsi ginjal.
"Hasil pemeriksaan pertama sering dipengaruhi faktor sementara seperti dehidrasi, penggunaan obat, atau fluktuasi tekanan darah dan gula darah. Pemeriksaan kedua setelah 3-6 bulan penting untuk memastikan apakah gangguan ginjal bersifat persisten. Inilah alasan ilmiah mengapa Prolanis wajib dilakukan dua kali setahun," ujar Isti.
Isti menjelaskan, kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga mengintegrasikan pendekatan edukasi dan perubahan perilaku melalui inisiatif Prolanis Jempol, yakni model intervensi berbasis bukti yang dikembangkan tim peneliti USU bersama peserta Prolanis di sejumlah puskesmas dan klinik di Kota Medan.
Melalui program ini, peserta diperkenalkan dengan "7 Keterampilan Perilaku Perawatan Diri" (7 Skills Self-Care Behavior), meliputi pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, pemantauan gula darah mandiri, kepatuhan minum obat, pemecahan masalah kesehatan, manajemen stres dan pengurangan risiko komplikasi.
Hasil awal penelitian menunjukkan peserta yang aktif mengikuti edukasi dan rutin menjalani pemeriksaan Prolanis mengalami stabilitas fungsi ginjal yang lebih baik, tekanan darah dan kadar gula yang lebih terkontrol, serta perlambatan perkembangan kerusakan ginjal.
Deputi Direksi Wilayah I BPJS Kesehatan, Nuim Mubaraq menegaskan, Prolanis merupakan fondasi penting dalam upaya deteksi dini berbagai penyakit kronis, termasuk PGK. Program ini mencakup pemeriksaan laboratorium (urine dan kimia darah), pemantauan tekanan darah dan gula darah, konsultasi kesehatan, edukasi, serta aktivitas fisik terstruktur seperti Senam Prolanis.
"Prolanis bukan sekadar pemeriksaan rutin. Ini adalah intervensi menyeluruh untuk mencegah komplikasi berat, termasuk gagal ginjal stadium akhir yang memerlukan hemodialisis. Sayangnya, masih banyak peserta yang hanya datang pada pemeriksaan pertama dan tidak melanjutkan pada sesi berikutnya. Padahal, pemeriksaan kedua-lah yang menjadi kunci validasi hasil," tegas Nuim.
Ia menambahkan, seluruh biaya pemeriksaan Prolanis ditanggung penuh oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tanpa biaya tambahan bagi peserta.
Kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan USU ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang berupa penurunan angka gagal ginjal terminal, peningkatan kualitas hidup penderita penyakit kronis, efisiensi belanja kesehatan nasional, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini.
"Kolaborasi antara penyelenggara JKN dan lembaga pendidikan tinggi memperkuat fondasi sistem kesehatan nasional. USU menyediakan riset berbasis bukti, BPJS Kesehatan memberikan akses dan pendanaan, sementara fasilitas kesehatan menjadi garda terdepan di lapangan," ujar Isti.
Masyarakat Sumut, khususnya peserta JKN dengan diagnosis diabetes dan hipertensi, diimbau untuk aktif mengikuti kegiatan Prolanis di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) tempat mereka terdaftar.
"Ginjal tidak pernah berhenti bekerja, tetapi sering kali kita lupa menjaganya. Pemeriksaan berkala adalah bentuk penghargaan terhadap organ yang bekerja tanpa henti untuk menyaring racun dari tubuh. Mari jadikan Prolanis sebagai benteng pertama dalam menjaga kesehatan jangka panjang," pungkas Isti. (*)
Tapteng(harianSIB.com)Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Rehabilitasi Wilayah (Kasatgas PRR), Tito Karnavian me
Medan(harianSIB.com)Meski sebagian besar sudah beroperasi hampir satu tahun, sekitar 200 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Sumut bel
Medan(harianSIB.com)Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara menerima kunjungan studi tiru dari jajaran Kanwil Ditjen Imig
Nias(harianSIB.com)Bupati Nias Yaatulo Gulo membuka pelatihan UMKM sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan peralatan dan mesin pengola
Medan(harianSIB.com)Tiga mantan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Belawan terseret perkara dugaan korupsi penerimaa
Pematangsiantar(harianSIB.com)FC Sangnawaluh Pematangsiantar berhasil meraih Juara 3 Turnamen Sepak Bola Soeratin Cup Kelompok U13 mempereb
Medan(harianSIB.com)Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan menyatakan tidak terdeteksi adanya sebaran a
Parapat(harianSIB.com)Satu unit truk pengakut kayu Pohon Pinus di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Parapat tepat di wilayah Nagori (Desa) Si
Medan(harianSIB.com)Investor pasar modal di Sumatera Utara (Sumut) mencapai 1.493.064 Single Investor Identification (SID) per Juli 2026. Ju
Tokyo(harianSIB.com)Tanah longsor melanda Gunung Fuji, Shizuoka, Jepang, Rabu. Peristiwa ini terjadi di area parkir gunung berapi tersebut,
Medan(harianSIB.com)Polisi sudah menetapkan tersangka dalam kasus ledakan di rumah mewah Grand Polonia, Medan. Satu orang ditetapkan sebagai
Nias(harianSIB.com)Hampir 80 jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias masih kosong, mulai dari jabatan eselon II, III, IV hi