Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Oktober 2026

Keluarga Korban Pembunuhan Serang Pelaku Saat Rekontruksi

- Kamis, 03 April 2014 19:03 WIB
715 view
Keluarga Korban Pembunuhan Serang Pelaku Saat Rekontruksi
Timika (SIB)- Keluarga korban berupaya menyerang tersangka NR saat polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan almarhum Petrus Fautngilyanan bertempat di Gang Dat, Jalan Pattimura, Sempan Timika, Rabu petang.

Namun upaya tersebut berhasil digagalkan puluhan aparat. Mereka langsung mengamankan tersangka NR ke dalam mobil Baracuda.

Rekonstruksi pembunuhan almarhum Petrus Fautngilyanan dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Adithia Bagus Arjunadi. Untuk mengamankan jalannya rekonstruksi tersebut, Polres Mimika dibantu Brimob Detasemen B Polda Papua mengerahkan lebih dari 60 personel.

Proses reka ulang kejadian pembunuhan tersebut berlangsung selama satu jam mulai pukul 15.00 WIT bertempat di rumah korban yang beralamat di Gang Dat, Jalan Pattimura, Sempan Timika.

Pada kegiatan rekonstruksi tersebut, ditampilkan 17 adegan saat tersangka NR membantai korban pada Minggu (9/2) malam.

Pelaku yang masih berusia belasan tahun datang ke rumah korban di Gang Dat Jalan Pattimura, Sempan Timika karena memiliki rasa dendam kepada warga Kampung Bombai (kampung asal almarhum Petrus Fautngilyanan di Pulau Kei Besar).

Setiba di rumah korban, tersangka NR melihat korban sedang berdiri di lorong depan rumahnya. Tersangka kemudian mendekati korban dan seketika itu juga mengayunkan sebilah parang ke tubuh korban.

Mendapat serangan mendadak tersebut, korban lari menyelamatkan diri ke rumahnya. Pelaku terus mengejar korban dan kembali menebas korban dengan parang ke bagian kepala dan bagian tubuh yang lain hingga korban meninggal seketika itu juga.

Rekonstruksi pembunuhan almarhum Petrus Fautngilyanan dihadiri oleh penasihat hukum tersangka dan Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Timika.
Kasat Reskrim Polres Mimika Adithia Bagus Arjunadi mengatakan hanya beberapa adegan penting yang ditampilkan saat rekonstruksi berlangsung. Hal itu dilakukan lantaran mempertimbangkan suasana psikologis keluarga korban yang hingga kini masih dilanda kedukaan.

Kasus pembunuhan terhadap almarhum Petrus Fautngilyanan beberapa waktu lalu sempat membuat suasana di Kota Timika mencekam. Dua kelompok massa warga asal Kei di Timika terlibat bentrok terbuka di Gang Konro dan beberapa kompleks permukiman warga Kei lainnya.

Bentrok terbuka itu mengakibatkan satu warga tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat terkena anak panah dan sabetan senjata tajam.

Hingga saat ini kedua kelompok warga Kei yang bentrok tersebut yakni warga Kampung Holai-Holat dengan warga Kampung Bombai belum juga berdamai. (Ant/d) 






SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru