Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Oktober 2026

Bocah Laki-laki Pingsan Dianiaya 3 ABG

- Sabtu, 05 April 2014 10:41 WIB
785 view
 Bocah Laki-laki Pingsan Dianiaya 3 ABG
Ilustrasi
Medan (SIB)- M Alwi (9) yang tinggal bersama neneknya di Jalan Sukmo Hilang Gg Selamat Desa Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan pingsan setelah dianiaya 3 anak baru gede (ABG) di belakang rumahnya.

Keterangan yang dihimpun, sekitar pukul 15.00 WIB korban menonton bola di belakang rumahnya. Tiba-tiba Bu yang berstatus pelajar SMP menyuruh korban mengambil sendalnya, agar diserahkan ke pelaku. Korban tidak mau dan 2 pelaku lainnya, Su dan Ud yang juga pelajar SMP mengancam, akan memukulinya.

Mendengar ancaman itu, korban berniat pulang ke rumahnya, tetapi ketiga pelaku langsung menangkap korban. Seorang pelaku langsung mengambil tali plastik dan saat itu juga kedua tangan korban diikat ke arah depan. Para pelaku langsung memukul dan menendang korban hingga terkapar di tanah. Tidak sampai di situ saja, pelaku juga menginjak-injak tubuh korban.

Melihat korban tidak berdaya, para pelaku meninggalkan lokasi. Warga sekitar yang melihat korban pingsan langsung berdatangan. Tak lama, kakek dan nenek korban yang baru datang dari tempatnya berjualan pulang ke rumah. Seorang anak memberitahukan ke nenek korban, Rosmawati boru Lubis (61) bahwa korban pingsan di belakang rumah akibat dipukuli Bu, Su dan Ud.

Rosmawati menjelaskan, ia melihat cucunya tidak sadarkan diri. "Saya langsung memanggil suami saya, dan cucuku langsung kami angkat ke Betor dengan keadaan pingsan. Selanjutnya kami datang ke Polsek Percut Sei Tuan, untuk melaporkan kejadian ini. Setibanya di kantor polisi, petugas menyarankan kami agar membawa cucu saya ke rumah sakit. Dokter mengatakan, penyebab cucu saya pingsan akibat pukulan dan tendangan di kepala serta lehernya," ungkapnya.

Jelasnya lagi, setelah diperiksa akhirnya korban siuman. "Setelah sadarkan diri, kami kembali ke kantor polisi, untuk melaporkan penganiayaan ini. Tega sekali para pelaku menganiaya cucu saya yang sudah kami rawat dari kecil. Bapaknya sudah meninggal, sedangkan ibunya nikah lagi dan sekarang tinggal di daerah Riau. Saya memohon kepada polisi, secepatnya menangkap para pelaku agar kejadian ini tidak terulang lagi," tambahnya.

Sementara itu, M Alwi mengaku penganiayaan ini sudah sering dialaminya. "Sudah sering aku dipukuli mereka (pelaku-red) bang dan selama ini aku tidak pernah menceritakannya ke nenek dan kakek. Saat kejadian, aku tidak sadarkan diri, dan saat sadar, aku sudah di rumah sakit," jelasnya.

Hingga berita ini dikirim ke Redaksi, korban didampingi neneknya masih memberikan keterangan ke petugas sentra pelayanan kepolisian (SPK) Polsek Percut Sei Tuan. (A24/f)


Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 5 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru