Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Oktober 2026

Oknum Lurah Bantah Melakukan Pelecehan Seks Terhadap Janda

- Rabu, 16 April 2014 10:56 WIB
556 view
Oknum Lurah Bantah Melakukan Pelecehan Seks Terhadap Janda
Medan (SIB)- Diduga melakukan pelecehan ,kepada seorang janda beranak tiga,  oknum  Lurah  dilaporkan ke Polresta Meda,, Jumat (11/4).

Pengakuan korban  SYN (39) kepada wartawan di rumahnya  Jalan Gaharu   Medan Timur, mengatakan ,  kejadian itu berawal dari kedatangannya ke Kantor Lurah Gaharu untuk mengurus surat ahli waris.

"Saya datang ke kantor lurah untuk mengurus surat ahli waris," kata dia, Selasa (15/4) sore.

Saat proses pengurusan,  ia menjumpai oknum Lurah berinisial AJ. Saat di ruangan Lurah, ibu beranak tiga orang itu tiba-tiba dicumbui secara paksa oleh AJ.

"Saya kurang ingat tanggal berapa, waktu saya di ruangannya saya dipeluk dari belakang lalu diciumi," kata wanita itu.

Aksi itu sempat dilawan oleh SYN, namun perlawanannya sia sia karena korban mengaku kalah tenaga. "Saya melawan, saya hanya dicium saja. Begitu saya melawan terus saya dikasih keluar," ujar dia.

Kejadian itu pun sempat ditutup-tutupi korban karena takut dan merasa malu bila ketahuan dengan keluarganya Beberapa minggu kemudian, AJ mencoba menghubungi SYN kembali.

"Waktu saya di Marelan, dia menghubungi saya alasannya mau membicarakan masalah itu," jelas ibu berambut kuning itu.

Setelah itu, keduanya pun bertemu di  satu rumah makan di daerah Bilal. Setelah selesai makan, saat akan mau pulang, AJ kembali mencumbuinya di dalam mobil.

"Waktu siap makan, saya diciumnya lagi di dalam mobilnya. Saya dua kali dilakukannya seperti itu," ucapnya.

Merasa mendapatkan perlakuan pelecehan seksual, akhirnya korban melaporkan kasus ini ke Polresta Medan dengan nomor laporan STTLP/892/K/IV/2014/Resta Medan.

"Saya laporkan, saya melapor didampingi pengacara saya," ujarnya.

Menanggapi hal itu, sejumlah wartawan pun mendatangi AJ di kantornya yang tidak jauh dari rumah korban. AJ  membantah   kejadian itu.

"Kok saya tidak tahu saya dilaporkan, itu tidak benar," katanya  sambil terkejut.

Dia mengakui kalau SYN datang ke Lurah Gaharu untuk mengurus surat ahli waris. "Memang dia mengurus surat waris, tapi masih banyak kendala makanya tidak selesai," jawab dia.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kanit Perlindungan Prempuan dan Anak (PPA) Polresta Meda AKP Uli Lubis, nomor handponenya tidak aktif. (A12/W)

 Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 16 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru