Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 23 April 2026

Hilang 6 Hari, Siswa SD Aldi Sibarani Tewas Mengenaskan di Doloksanggul

- Sabtu, 18 Februari 2017 11:21 WIB
7.377 view
Hilang 6 Hari, Siswa SD Aldi Sibarani Tewas Mengenaskan di Doloksanggul
SIB/Dok
EVAKUASI: Pihak Kepolisian Resort Humbahas mengevakuasi jasad korban Aldi Manata Sibarani dari TKP di perladangan warga di Desa Aek Lung, Kecamatan Doloksanggul, Jumat (17/2).
Humbahas (SIB) -Setelah hilang selama 6 hari, Aldi Manata Sibarani (10), warga Dusun Lumban Sibarani, Desa Aek Lung, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) ditemukan tewas mengenaskan di perladangan warga, persis 100 meter di belakang Poskesdes Aek Lung, Jumat (17/2), sekira pukul 13.40 WIB.

Jasad korban selanjutnya dibawa ke RSUD Doloksanggul untuk dilakukan visum luar sementara dan selanjutnya akan dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi oleh dokter forensik untuk memastikan penyebab kematian anak pasangan Mangatas Sibarani/Br. Manalu itu.

Kapolres Humbahas AKBP Nicolas Ary Lilipaly SIK ketika diwawancarai SIB di RSUD Doloksanggul menjelaskan, siswa kelas 4 SD Aek Lung tersebut dinyatakan hilang sejak, Minggu (12/2) lalu sekira pukul 17.00 WIB, saat ayahnya menyuruh korban membeli rokok di satu warung berjarak satu kilometer dari rumahnya.
Kurang lebih satu setengah jam, korban tidak kunjung kembali hingga orangtunya melakukan pencarian dibantu warga.

"Mulai dari malam itu hingga siang hari tadi, warga bersama polisi melakukan pencarian di sekitar TKP, dari rumah orangtuanya sampai ke tempat membeli rokok. Tapi pukul 14.00 WIB tadi, korban ditemukan tewas oleh seorang warga bermarga Simamora yang berburu burung di kebun kopi sekira 200 meter dari warung tempat dia (korban) disuruh membeli rokok, dengan posisi kaki di atas dan kepalanya menyentuh tanah. Posisi badan semuanya tergantung persis di balik tanggul tanah dengan semak belukar dan tumbuhan pakis," kata Nicolas.

Lebih lanjut dijelaskan, saat ditemukan, sebagian jasad korban sudah membusuk. Di TKP mereka menemukan sepasang sandal yang diduga milik korban dengan posisi terpisah lebih kurang 15 meter dari posisi korban. Namun, rokok maupun mancis yang disuruh dibeli oleh ayah korban tidak ada ditemukan di TKP.

"Keadaan fisik luar, di bagian dada ada lebam-lebam dan sudah mulai keluar belatung dari mata dan mulut korban. Dari keterangan dokter tadi, kepala korban ada sedikit retak. Jadi itulah yang harus kita ungkap. Yang pasti itulah sementara dari kesimpulan kepolisian, korban mati secara tidak wajar dan harus diungkap," katanya.

Ditambahkannya, untuk lebih memastikan penyebab kematian korban, pihaknya akan membawa jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi oleh dokter forensik. "Yang bisa menentukan penyebab kematian seseorang itu adalah dari jajaran kedokteran forensik. Karena di sini belum bisa dilakukan otopsi, jadi kita bawa ke Medan. Sejauh ini, kita masih melakukan penyelidikan. Karena seperti yang saya katakan tadi, kematiannya tidak wajar," pungkasnya.

Terpisah, pihak keluarga korban, R Sibarani yang merupakan bapak tua korban saat ditanyai SIB di RSUD Doloksanggul mengaku terpukul dan merasa kehilangan atas kematian putra adiknya tersebut. Dia meminta penegak hukum mengusut tuntas siapa di balik peristiwa keji terhadap anak kedua dari tiga bersaudara itu.

"Yang pasti kita sangat merasa terpukul dan berduka atas kejadian ini. Kita minta agar kasus ini segera diusut. Siapapun pelakunya agar segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya," harapnya. (F02/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru