Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 24 Oktober 2026

Diancam Tembak, Anak Yatim Diperkosa Bandar Sabu di Pinggir Sungai

- Minggu, 29 Juni 2014 18:56 WIB
1.118 view
Diancam Tembak, Anak Yatim Diperkosa Bandar Sabu di Pinggir Sungai
Medan (SIB)- Seorang anak baru gede (ABG), sebut saja Melati (16) warga Medan, mengaku diperkosa seorang pria berinisial M yang diduga bandar sabu di pinggir sungai Benteng Hilir Kecamatan Percut Sei Tuan Senin (16/6) malam. Melati didampingi keluarganya melaporkan kejadian itu ke Polsek Percut Sei Tuan, Sabtu (28/6/2014).

Informasi dihimpun SIB, peristiwa itu berawal saat Melati berkunjung ke rumah temannya, N (16). Keduanya pun duduk di depan rumah. Tak lama, N memanggil Ind (22) warga Percut Sei Tuan, yang saat itu melintas  mengendarai sepedamotor dan membonceng seorang temannya. Namun panggilan itu tak digubris Ind.

Kemudian, Ind dan temannya kembali menghampiri N,  meminjam uang  Rp 20 ribu, Namun N tidak memberikannya. Selanjutnya Ind meninggalkan lokasi dan kembali lagi seorang diri menemui N dan Melati.

"Ind mengajak aku ke rumah keluarganya di Batang Kuis untuk meminjam uang. Saat itu aku tidak mau, karena sudah malam hari. Ind terus memaksa dan menarik tanganku. Aku ikut dengan Ind, dan ia mengajakku ke Medan Tembung. Di situ sudah menunggu M. Kami berboncengan 3, dan aku duduk di paling belakang. Aku dibawa ke pinggiran sungai, Jalan Benteng Hilir, Percut Sei Tuan," ungkap Melati.

Masih menurut keterangan Melati, Ind menyuruhnya turun dari sepedamotor dan harus melayani M. "Kubilang ke Ind, kenapa tega menjualku, tetapi Ind mengatakan supaya menuruti permintaan M, kalau tidak aku dibunuh dan M merupakan pengedar Narkoba dan memiliki Senpi. Tiba-tiba, M menarik tanganku ke semak-semak. Sedangkan Ind menunggu di atas sepedamotornya. M memaksaku untuk membuka baju, tetapi aku tidak mau dan berusaha kabur. M mengancamku, katanya akan membunuhku dengan Senpi jika tak menurutinya. Di bawah ancaman, aku hanya bisa menangis," jelasnya lagi.

Masih menurut Melati, pelaku memperkosanya hingga berulang kak. "Lebih dari 2 kali pelaku memperkosaku dan saat itu aku tak berdaya lagi. Usai berbuat bejat kepadaku, Ind dan M kembali mengantarku ke rumah N. Saat itu aku kembali diancam bunuh jika memberitahukan kejadian itu. Pelaku dan Ind langsung meninggalkan lokasi. Selama ini aku tidak berani memberitahukannya ke ibu, karena ancaman tersebut. Selama ini ibu curiga, dan tadi siang menanyaiku. Setelah didesak, barulah kuceritakan ke ibu, jika aku telah menjadi korban pemerkosaan," aku anak yatim tersebut.

Sedangkan N kepada wartawan mengaku selama ini tidak mengetahui jika temannya telah diperkosa. "Saat itu aku di dalam rumah dan Melati datang. Ia diam-diam saja, seperti orang ketakutan. Saat kutanya apa yang terjadi kepadanya, ia hanya diam saja. Awalnya aku yang pertama sekali kenal dengan Ind, melalui jejaring sosial (Facebook). Tetapi aku tidak tau kejadiannya hingga seperti ini," ungkapnya, saat menemani Melati membuat laporan.

Kanit Reskrim AKP Zulkifli Harahap ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya saat ini masih memintai keterangan Melati. "Melati dan saksi-saksi masih kita mintai keterangannya. Kita juga menunggu hasil visum dari Melati," ujarnya.(A24/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru