Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 24 Oktober 2026
Aksi Brutal Kawanan Perampok di Perumnas Mandala Medan

Operator Warnet Disekap dan Diancam Bunuh

- Rabu, 02 Juli 2014 10:52 WIB
983 view
 Operator Warnet Disekap dan Diancam Bunuh
SIB/A24
DISATRONI Perampok: Sejumlah warga memadati War Net di Jalan Garuda Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, yang disatroni kawanan perampok bersenjata tajam, Selasa (1/7).
Medan (SIB)- Instruksi Kapolresta Medan untuk melakukan tembak di tempat terhadap pelaku kriminal, ternyata tidak membuat nyali penjahat menjadi ciut. Nyatanya, aksi perampokan di saat Hut ke-68 Bhayangkara, terjadi di War Net Jalan Garuda Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa (1/7) dini hari.

Informasi dihimpun SIB di lokasi, sekira pukul 02.00 WIB, operator Warnet, Abdul Halim (24) warga Jalan Medan Utara Lingkungan Kelurahan Indra Kasih, Percut Sei Tuan. Pagi itu ia berencana menutup Warnet  milik David (29), warga  Medan Helvetia. Namun seorang pelanggan di Warnet, Roni Pranata masih bermain internet dan Abdul hanya menutup pintu rollingdoornya.

"Ketika itu Roni selesai bermain internet serta membayar uang Warnet dan hendak keluar. Ketika hendak membuka pintu, aku melihat ada seorang pria mengintip dari pintu. Setelah pintu terbuka, Roni keluar dan pria yang mengintip langsung masuk ke dalam. Aku mengatakan ke orang tak dikenal (OTK) itu, bahwa lokasi mau ditutup. Tetapi pria itu tidak menghiraukannya, dan pelaku justru mengatakan kepadaku "sunyi yang main, Bos". Pelaku terus memantau seluruh ruangan, kemudian menutup pintu," aku Abdul.

Menurutnya, ia langsung duduk di bangku operator dan pelaku menghampirinya. "Pelaku langsung berjalan ke arahku, dan tiba-tiba pria itu mengeluarkan pisau dari balik pinggangnya. Pelaku mengatakan kepadaku, supaya jangan macam-macam, jika tidak aku nanti dibunuh. Pisau itu langsung diarahkan ke perutku. Saat itu aku bermohon supaya jangan dibunuh dan menempelkan kedua tanganku. Tiba-tiba, pelaku mengeluarkan lakban warna kuning dari saku celana, kemudian mengikat kedua tanganku. Selanjutnya aku disuruh berdiri, kemudian didorong menuju ke lantai 2 dan kamar. Pelaku kembali mengikat kedua tanganku. Pelaku mengatakan supaya aku jangan berteriak, sembari mengarahkan pisau ke wajahku, dan kemudian pria yang memakai topi itu turun ke lantai 1. Tak lama, pelaku datang lagi ke lantai 2, dengan membawa seorang temannya yang masih muda serta memakai tindik di kuping kirinya," katanya lagi.

Disebutkannya, pelaku yang baru datang itu memegang pecahan kaca, dan selalu mengawasi Abdul. Sedangkan pelaku yang memakai topi turun ke bawah. Tak lama, datang seorang pelaku lagi ke atas, dan menutupi mulutnya, dan mengancamku sembari mengatakan, "Kalau nyawaku mau selamat, kasi semuanya". Pelaku tersebut langsung mengambil kunci kontak sepedamotor Yamaha milikku. Setelah itu, kedua pelaku turun ke bawah, dan tak lama pelaku yang memakai topi warna hitam naik lagi ke lantai 2, kemudian mengikat kedua kakiku dengan lakban. Pelaku pun turun lagi ke lantai 1," jelasnya lagi.

Kata Abdul, pukul 04.00 WIB, Roni kembali ke lokasi dan menuju lantai 2, kemudian melepaskan lakban di kedua tangan dan kaki Abdul. "Kami langsung turun ke lantai 1. Saat dicek, sepedamotorku yang diparkir di dalam Warnet, raib dijarah. Tidak hanya itu saja, 20 LCT, 10 CPU, 1 genset, 1 HP, uang dari laci Rp 200 ribu lebih dan uang dari tas milikku Rp 200 ribu lebih turut disikat. Sedangkan 18 CPU dan 9 LCD tidak diambil pelaku. Ketika hendak keluar, ada 2 pria menunggu di depan pintu dan diduga rekan pelaku. Seorang pelaku memakai jaket milikku dan berpura-pura hendak bermain internet. Keduanya pun langsung meninggalkan lokasi.

Selanjutnya Warnet kami tutup dan kami berdua menuju seberang jalan untuk memantau situasi. Hari mulai pagi, 2 operator yang hendak menggantikanku datang dan aku langsung menceritakan perampokan itu," ungkapnya lagi.

David ketika ditanyai SIB mengaku pagi itu ia mendapat telepon dari anggotanya bahwa terjadi perampokan di warnet miliknya. "Aku tiba di lokasi sekira pukul 06.30 WIB. Saat itu juga aku menyuruh masuk anggotaku ke dalam, untuk menanyakan kronologi perampokan itu. Sekira pukul 08.00 WIB, kami mendatangi Polsek Percut Sei Tuan, melaporkan kejadian tersebut," jelasnya.

Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, AKP Zulkifli Harahap ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya peristiwa perampokan tersebut. "Kita sudah melakukan cek TKP. Keterangan pemilik War Net serta operator yang disekap, dan seorang saksi yang saat itu bermain di internet sudah kita mintai keterangannya. Pelaku diperkirakan 4-5 orang. Kasusnya saat ini masih dalam penyelidikan, untuk mengungkap pelaku perampokan tersebut," ujarnya.

Ditikam Perampok


Bayu Nugraha (23) warga Mandala   dirampok dan ditikam 6  pria bersenjata tajam di Jalan Balai Kota di kawasan Lapangan Merdeka, Medan, Selasa (1/7) subuh. Akibat kejadian tersebut, sepedamotor Honda Vario milik korban dibawa kabur kawanan perampok.

Menurut keterangan diperoleh, peristiwa tersebut berawal saat korban  mengendarai sepedamotor mau menjemput istrinya ke rumah mertuanya.

Saat melintas di kawasan Lapangan Merdeka, 6 pria langsung menghadangnya. Setelah memberhentikan korban, kawanan perampok berusaha mengambil sepedamotor korban, namun korban memberikan perlawanan.

Para pelaku langsung menikam tubuh korban dengan senjata tajam.

Setelah korban tak berdaya, kawanan perampok langsung membawa kabur sepedamotor. Tak lama kemudian, korban  dibawa ke RSU Pirngadi Medan untuk mendapatkan perawatan .  (A24/A15/d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru