Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 24 Agustus 2026

4 Sekeluarga di Palembang Tewas dengan Luka Tembak di Kepala

- Kamis, 25 Oktober 2018 11:41 WIB
407 view
Palembang (SIB) -Warga di Jalan Said Toyib, Komplek Villa Kebun Sirih, Bukit Sangkal, Blok A 18 Palembang, Sumatera Selatan, mendadak heboh dengan ditemukannya satu keluarga yang tewas dengan luka tembak di kepala.

Satu keluarga yang ditemukan tewas itu adalah Fransiscus (47), Margaretha (45), Rafel (18) dan Ketty (11). Seluruh korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk otopsi.

"Masih belum tahu kapan peristiwa ini terjadi. Karena keterangan warga sekitar pukul 21.00 WIB pemilik rumah ini masih ngobrol sama warga di komplek," kata Kasubdit Jatanras Polda Sumatera Selatan, AKBP Yoga Baskara di lokasi kejadian, Rabu (24/10).

Sejauh ini, Yoga belum bisa memastikan penyebab tewasnya keempat korban itu. Namun korban ditemukan dalam kondisi luka tembak.

"Motifnya apa juga masih kami selidiki. Korban semua sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Semua turun untuk menyelidiki baik itu Polresta Palembang maupun dari Polda Sumsel," tutup Yoga.

Selain dalam kondisi meninggal dunia, warga mengaku ada juga ditemukan 3 selongsong di rumah korban. Bahkan ada juga bercak darah di kamar pemilik rumah dan ruang tamu.

"Tadi malam masih sempat ngobrol kok sama warga di sini. Makanya kita kaget dapat kabar mereka sekeluarga pagi ini ditemukan meninggal dengan ditembak," terang seorang warga yang tidak ingin disebut namanya. 

Keempatnya ditemukan tewas di rumahnya sekitar pukul 07.00 WIB.

"Baru tahu tadi pagi, tahu dari pembantu kalau keluarga saya meninggal. Ini kalau dari pembantu kan jam 23.00 WIB malam masih sempat lihat Frans makan, ya dia masak sendiri di dapur," ujar salah satu anggota keluarga korban, Effendi, di RS Bhayangkara.

Dikatakan Effendi, seluruh keluarganya meninggal karena luka tembak tepat di kepala. Diduga pasangan suami-istri itu bunuh diri dengan senjata api revolver.

"Mereka ditemukan di kamarnya masing-masing. Sementara kedua anak terpisah. Ada senjata api jenis revolver yang juga ditemukan di lokasi. Termasuk juga tiga selongsong dan satu peluru aktif," imbuh Effendi.

"Saya nggak tahu apakah mereka ini ada masalah. Tapi kalau lihat kondisinya, 80 persen pasti bunuh diri. Karena menurut polisi yang antar ke Bhayangkara ini pun begitu," kata pria yang tinggal di sekitar Pasar Cinde itu.

Dikenal Baik 
Warga terlihat berbondong-bondong mendatangi rumah Fransiscus. Bahkan warga yang penasaran mencoba masuk ke dalam rumah.

Warga datang usai mendapat kabar ada warga kompleknya yang tewas dengan luka tembak. Seluruh warga penasaran karena keluarga Frans dikenal baik di lingkungan komplek.

"Kami datang karena penasaran melihat korban meninggal satu keluarga. Semua warga di sini kenal sama korban," kata tetangga korban, Hiriana saat ditemui di lokasi.

Menurut warga sekitar, korban tinggal di rumah tersebut bersama kedua pembantunya. Dalam keseharian korban memang sering memelihara anjing dan burung kicau.

Selain warga, terlihat beberapa kerabat dan keluarga dekat korban datang ke rumah Fransiscus. Keluarga pun mengaku tidak tahu penyebab korban ditemukan tewas dengan luka tembak.

Semakin siang, terlihat rumah suplier alat tulis kantor itu semakin dipadati warga. Rumah berpagar hitam itu pun menjadi saksi bisu tewasnya Fransiscus bersama istri, Margareta dan kedua anaknya Rafel dan Ketty.

Tim labfor, Reskrim Polresta Palembang dan Dit Reskrimum terlihat keluar masuk rumah berwarna merah putih hitam itu. Beberapa barang bukti seperti selimut, bantal dan berkas-berkas kantor milik korban dibawa ke Polda Sumsel. 

Pesan di Secarik Kertas 
Sementara itu, dalam penyelidikannya, polisi menemukan surat di atas laptop.

Surat itu ditemukan di meja kerja tepatnya di atas laptop milik Fransiscus. Dalam sepotong kertas itu, tertulis kalimat:

Aku sudah sangat lelah... Maafkan aku..

Sedangkan di kertas kedua, tertulis kalimat:

Aku sangat sayang dengan anak dan istriku..., Chocky & Snowy. Aku tidak sanggup meninggalkan mereka di dunia ini... (detikcom/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru