Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Sepekan, 140 Pelaku Narkoba Ditangkap

- Selasa, 13 November 2018 14:37 WIB
299 view
Medan (SIB)- Pekan pertama November 2018, Ditresnarkoba Poldasu dan jajaran Polres menangkap 140 tersangka diduga pengedar dan pengguna narkoba. 
"Tersangka yang ditangkap 140 orang dengan perincian 82 tersangka diduga pengedar dan 58 tersangka pengguna narkoba," kata Dirresnarkoba Poldasu Kombes Hendri Marpaung melalui Wadir AKBP Frenky Yusandy kepada SIB, Senin (12/11).

Dijelaskannya, dari tangkapan 140 tersangka ini, pihaknya berhasil mengungkap 99 kasus peredaran gelap narkoba di jajaran Poldasu. "Sebanyak 99 kasus narkoba berhasil diungkap jajaran Poldasu, saat ini, para tersangka lagi proses pemberkasan berita acara pemeriksaan," jelasnya.

Ia menjelaskan, dari 140 tersangka yang ditangkap, petugas menyita barang bukti 2,8 Kg sabu, 10,5 Kg ganja, 150 butir ekstasi dan psikotropika lainnya. "Sebagian kasusnya masih dalam pengembangan untuk mengungkap jaringan lainnya," katanya.

Ditegaskannya, Polri cq Poldasu dan jajaran terus berupaya bekerja secara optimal dalam pemberantasan peredaran gelap narkoba. "Tidak cukup hanya polisi yang bekerja, namun perlu kerjasama dan partisipasi aksi nyata seluruh elemen masyarakat dalam mencegah peredaran narkoba mulai dari lingkungan terdekat," jelasnya.

Disinggung maraknya narkoba asal Malaysia yang masuk ke Sumut, AKBP Frenky menjelaskan, ada beberapa masalah kenapa narkoba dari Malaysia masuk ke Sumut. "Di antaranya faktor geografis Sumut dan Aceh yang langsung berbatasan dengan Malaysia merupakan jalur favorit sindikat narkoba, selain langsung mengirimkan barang ke Riau dan Kepulauan Riau," jelasnya.

Selanjutnya, faktor permintaan barang (sabu) untuk digunakan atau diedarkan lagi di Sumut atau dialirkan lagi keluar Sumut masih ada. Terakhir faktor ekonomi rangkaian peredaran barang juga melibatkan rangkaian ongkos/upah di setiap level/mata rantai para pelakunya. Misal upah mengantar barang per Kg adalah Rp10 juta. 

"Ini menarik bagi orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap," jelas Frenky.

Kondisi inilah yang menyebabkan masih terus adanya aliran barang dari luar masuk ke Sumut atau melewati wilayah Sumut. "Faktor lain yang berpengaruh adalah sindikat narkoba adalah kelompok tertutup dengan modus yang senantiasa berubah dan berkembang mengikuti situasi dan manuver petugas dari Polri. BNN, Bea Cukai dan lain-lain," katanya.

Ditegaskan, upaya mengungkap jaringan besar dan kecil adalah sama pentingnya. "Dengan segala keterbatasan Polri harus bekerja sangat-sangat efektif," kata Frenky. (A18/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru