Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026

Gegara Nasi Goreng, Seorang Mandor Angkot Tewas Dikeroyok di Medan

Redaksi - Kamis, 30 Januari 2020 15:57 WIB
402 view
Gegara Nasi Goreng, Seorang Mandor Angkot Tewas Dikeroyok di Medan
tangerangnews.com
Ilustrasi
Medan (SIB)
Diduga gegara meminta nasi goreng, mandor Angkot, Abadi Bangun (42) warga Jalan Bahagia Gang Budi Utomo Kelurahan Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru, tewas dikeroyok sejumlah pemuda, Rabu (29/1) sekira pukul 02.20 WIB.

Informasi yang dihimpun wartawan dari berbagai sumber, Rabu sekira pukul 01.30 WIB, korban bersama seorang temannya, Jery datang ke warung Mie Aceh Pasar Baru di samping Cafe Delicious Jalan Pasar Baru 14 Kelurahan Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru. Selanjutnya korban meminta nasi goreng kepada karyawan warung.

Ketika itu karyawan tersebut mengatakan kepada korban untuk terlebih dahulu memberitahukannya ke pemilik warung. Diduga kesal, korban langsung memecahkan kaca steling di warung. Setelah itu korban dan temannya meninggalkan lokasi menuju pangkalan angkot Jalan Jamin Ginting/Simpang Pasar 3.

Tak lama berselang teman korban Heru Gunawan Kaban tiba di pangkalan angkot mengendarai sepedamotor. Korban langsung meminjam sepedamotor milik temannya. Heru memberikan kunci kontak sepedamotor dan korban bersama Jery pulang ke rumah untuk mengganti baju lantaran basah.

Sesampainya di rumah, korban bertemu keponakannya, Hendri Kapri dan meminta uang Rp 20 ribu dengan alasan untuk membeli makan. Hendri memberikan uang tersebut dan korban bersama temannya kembali ke warung Mie Aceh. Sekira pukul 02.20 WIB, korban dan Jery tiba di lokasi. Saat itu korban diduga mengancam seorang karyawan di warung menggunakan parang.

Sontak karyawan tersebut berlari sembari meminta tolong kepada pemilik warung, M yang kebetulan ada di lokasi. Selanjutnya M menghampiri Abadi guna menanyakan apa tujuannya. Keduanya terlibat pertengkaran dan tiba-tiba pemilik warung mengambil kayu dan langsung memukul leher belakang korban.

Melihat hal itu, para karyawan warung Mie Aceh Baru dan Cafe Delicious ikut mengeroyok korban hingga terkapar ke tengah jalan.
Jery langsung melarikan diri mengendarai sepedamotor menuju rumah korban dan melaporkannya ke keluarga. Tak lama berselang Hendri, Jery dan sejumlah teman korban tiba di lokasi dan mendapati korban telah tewas dengan 3 luka robek di kepala sebelah kiri, mulut dan telinga kiri keluar darah, lebam di perut bawah sebelah kiri, lebam di punggung kiri dan lebam di pipi kiri.

Korban kemudian dibawa rekannya ke RS Siti Hajar menggunakan becak motor (betor). Sesampainya di lokasi, pihak rumah sakit menyatakan korban sudah tidak bernyawa lagi. Tak lama berselang personel Sat Reskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Baru tiba di rumah sakit. Selanjutnya jasad korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi.

Sementara puluhan rekan-rekan korban diduga melakukan perusakan terhadap warung dan kafe. Petugas gabungan yang mendapat kabar tersebut tiba di lokasi kejadian. Namun pelaku perusakan berhasil kabur. Petugas kemudian melakukan olah TKP.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak yang dikonfirmasi wartawan mengatakan istri korban, Eva br Sihombing (40) sudah membuat laporan ke Polrestabes Medan terkait pengeroyokan yang mengakibatkan suaminya tewas.

"Pemilik warung, karyawan, teman dan keluarga korban pagi itu juga kita bawa ke Polrestabes Medan untuk dimintai keterangannya sebagai saksi. Untuk informasi selanjutnya segera kita kabari setelah selesai pemeriksaan," ujarnya.

Untuk motifnya sambung Kasat, masih didalami. Dugaan sementara masalah meminta nasi goreng. "Kita dalami dulu motifnya ya. Menurut saksi karena nasi goreng," pungkasnya. (M16/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru