Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Polisi Bongkar Perdagangan Bayi di Medan

- Jumat, 07 Februari 2014 11:45 WIB
621 view
Polisi Bongkar Perdagangan Bayi di Medan
SIB/int
Ilustrasi
Medan (SIB)- Sat Reskrim Polresta Medan, membongkar sindikat penjualan bayi di Kawasan Jalan Bromo Ujung Medan.

Terbongkarnya sindikat penjualan bayi itu, atas laporan masyarakat. Polisi  melakukan penyelidikan  di klinik H di Kawasan Jalan Bromo Ujung/Jalan Ikhlas Gang Pembangunan II Medan Denai,  berpura-pura ingin membeli bayi.

Setelah dilakukan negoisasi, akhirnya disepakati harga pembelian bayi senilai Rp 15 juta.

"Seorang Polwan menyamar jadi pembeli, harga bayi itu dibeli Rp 15 juta," ujar sumber di Polresta Medan, Kamis (6/2/2014).

Saat bayi diserahkan dan uang diterima, polisi langsung menangkap He yang juga pemilik klinik dan memboyongnya ke Mapolresta Medan bersama  suaminya, guna pengusutan lanjut.

Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Jean Calvijn Simanjuntak, membenarkan penangkapan ini. "Sabar ya tunggu Kapolresta Medan, nanti   kita paparkan," singkatnya.

Ibu Bayi Berasal dari Luar Kota

Terungkapnya perdagangan bayi di Jalan Bromo Ujung Medan, belakangan diketahui ibu bayi berasal dari Kota Batam.

"Ibunya dari Batam sudah hamil, datang ke Medan untuk bekerja, dan bertemulah dengan Bidan He, di situlah korban diimingi untuk menyerahkan bayinya,
Jaringan mereka dari mulut ke mulut," kata Ketua Pokja Pengaduan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Sumut Muslim Harahap yang dihubungi melalui perwakilannya di Polresta Medan,Kamis (6/2).

Bila transaksi penjualan bayi berhasil, maka ibu bayi akan mendapatkan uang  Rp 2 juta. "Sudah pasti ibu bayi dapat imbalan juga," jelasnya.

Bidan He dan suaminya yang menjadi sindikat perdagangan bayi yang ditangkap Polresta Medan, diketahui mendapat bayi untuk dijual dengan mengimingi akan mengasuh bayi hasil hubungan gelap dari wanita yang hamil di luar nikah.

"Jadi modus penjual bayi ini cukup rapi, dengan mendatangi ibu bayi yang malu dengan aibnya, jadi pelaku datang untuk mengasuh bayinya," ujar dia lagi.
Kuat dugaan, kata Muslim, pelaku sudah berulang kali melakukan aksi penjualan bayi, bahkan hingga ke luar propinsi Sumut. "Diduga sudah sering melakukan," katanya.(A12/w)
 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru