Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Kawanan Bandit Bercelurit Rampok dan Sekap Seorang Warga di Medan

*Dua Warga Malaysia Dirampok
- Jumat, 07 Februari 2014 11:49 WIB
941 view
 Kawanan Bandit Bercelurit Rampok dan Sekap Seorang Warga di Medan
SIB/int
Clurit
Medan (SIB)- Johannes Panggabean (46) warga Jalan Mangaan 4 Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli didampingi keluarganya mendatangi Polsekta Percut Sei Tuan guna melaporkan perampokan mobil Pick-up L300 warna coklat, Rabu (5/2/2014).

Menurut informasi  diperoleh, kejadian tersebut Selasa (4/2).

Dikatakan korban, kejadian itu berawal ketika menawarkan  jasa pengangkutan menggunakan mobil Pick-up miliknya, mangkal di kawasan Jalan marelan.
Saat menunggu orang menawarkan jasanya, tiba-tiba korban didatangi seorang pelaku yang minta diantarkan ke kawasan Pasar 10 Marelan untuk memuat barang.

"Suami saya itu biasa mangkal di pinggiran jalan untuk mencari sewa, waktu itu ada seseorang yang mengaku ingin menyewa mobilnya untuk mengangkut barang ke Marelan. Setelah sepakat, suami saya pun mengantarkannya.

Setiba  di lokasi, pelaku beralasan jika barang yang ingin dimuat sudah tak ada. Maka pelaku minta diantar ke daerah Desa Selambo Medan Amplas untuk memuat ubi. Sebelum berangkat, tepatnya di persimpangan Marelan, pelaku menyuruh korban berhenti, lantaran pelaku ingin menjemput seorang temannya yang sudah menunggu di persimpangan tersebut.

"Rupanya sampai di sana, pelaku mengaku barang yang diangkut gak ada. Jadi disuruh mengambil ubi di kawasan Desa Selambo. Di perjalanan, pelaku menyuruh suami saya berhenti di persimpangan Marelan, katanya ada kawannya yang ikut," tutur istri korban menemani suaminya di kantor polisi.

Setelah mengajak temannya, kedua kawanan bandit itu beranjak bersama korban ke daerah Selambo. Di sana, korban sempat disuruh memutar kendaraannya langsung ditodong dengan golok dan celurit.

"Di situlah suamiku langsung ditodongkan parang sama celurit di leher dan perut suami ku itu. Padahal baru sembuh dari sakit dia,” ujarnya lagi.
Ketika kedua pelaku pergi membawa mobil korban, dengan bersusah payah  korban  berhasil melepaskan pengikat kaki, mulut dan matanya. Korban meminta pertolongan warga dan akhirnya mengadu ke kantor polisi.

"Di semak-semak suami ku diikat mata, mulut, tangan dan kakinya dengan lakban. Setelah diancam, pelaku pun pergi membawa mobil kami, saat mobilnya dibawa pergi.

"Di situ lah dia mencoba melepaskan ikatan mulutnya sehingga bisa berteriak minta tolong sama warga dan didengar anak seorang warga," beber wanita paruh baya ini lagi mengakhiri.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsekta Percut Sei Tuan, AKP Zulkifli Harahap ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan pengaduan korban. "Kasusnya saat ini sedang kita proses," ujarnya siingkat.

Dua Warga Malaysia Dirampok
Dua warga Selangor Malaysia dirampok dua pengemudi sepedamotor di depan Perumahan Tomang Elok Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (5/2).
Dari data yang diperoleh SIB di lapangan, kedua korban masing - masing, Abdul Rahman (58) dan istrinya Binti Sakiman (55).

Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu Pol Adi Putratanto ketika dikonfirmasi SIB, Kamis (6/2)  mengatakan, memang terjadi perampokan terhadap warga Malaysia yang berkunjung ke Medan untuk menjenguk ayah istrinya (mertua) yang lagi sakit di Binjai.

"Keadaan korban dirampok lagi menumpang sebuah becak bermotor (Betor) menuju Hotel Saka di Jalan Ring Road. Setelah kejadian tersebut korban tidak membuat laporan ke Polsek tetapi pihak korban ingin membuat laporan ke Polresta Medan," ujarnya.

Dikatakannya, kerugian yang dialami korban di antaranya, uang  pecahan rupiah, ringgit, paspor dan surat-surat berharga lainnya. (A12/A19/x)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru