Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026

Lima Kali Beraksi di Masjid, Empat Residivis Curanmor Dibekuk Polsek Sunggal, Dua Ditembak

Roy Surya D Damanik - Kamis, 08 Januari 2026 20:08 WIB
498 view
Lima Kali Beraksi di Masjid, Empat Residivis Curanmor Dibekuk Polsek Sunggal, Dua Ditembak
Foto harianSIB.com/Roy Damanik
INTEROGASI: Kapolsek Sunggal Kompol Bambang Gunanti Hutabarat didampingi Kanit Reskrim AKP Harles Gultom menginterogasi keempat residivis curanmor, dua pelaku ditembak, di Mapolsek Sunggal, Kamis (8/1/2026).

Medan(harianSIB.com)

Polsek Sunggal berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan dan mengamankan empat orang tersangka yang diketahui merupakan residivis.

Keempat tersangka pelaku diantaranya Tri Rahmad (30) warg Dusun XVII Perum Binter PTPN II Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Deliserdang dan Andi Sanjaya (36) warga Jalan Paya Bakung Km 15 Dusun VII Desa SM Diski, Kecamatan Sunggal, Deliserdang keduanya ditembak petugas karena melakukan perlawanan saat pengembangan. Doli Ferdinan Haposan (21) warga Jalan Pasar Kecil Dusun XIII Pondik Miri Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deliserdang dan Rian Andika (20) warga Jalan Bajak Gang Peranginan Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas

Para pelaku tercatat telah lebih dari sepuluh kali melakukan aksi pencurian sepeda motor, bahkan lima di antaranya dilakukan di rumah ibadah (masjid).

Baca Juga:
Kapolsek Sunggal Kompol Bambang Gunanti Hutabarat didampingi Kanit Reskrim AKP Harles Gultom dalam keterangan pers di Mapolsek Sunggal, Kamis (8/1/2026) sore, mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil penyelidikan mendalam yang dilakukan jajarannya berdasarkan laporan masyarakat.

"Dari hasil pemeriksaan, keempat tersangka ini merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan. Mereka sudah berulang kali melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor di sejumlah lokasi," kata Kompol Bambang.

Salah satu tersangka diketahui bernama Andi Sanjaya, yang berperan sebagai pelaku utama. Para pelaku menyasar lokasi-lokasi yang minim pengawasan, termasuk area rumah ibadah. Tercatat, sebanyak lima kali aksi pencurian dilakukan di masjid yang berada di kawasan permukiman warga.

"Pengungkapan ini berdasarkan sedikitnya sebelas laporan polisi yang diterima Polsek Sunggal sejak Juli hingga Desember 2025. Seluruh laporan tersebut berkaitan dengan pencurian sepeda motor di kawasan masjid dan fasilitas umum. Salah satu kejadian pencurian diketahui terjadi, Kamis (4/12/2025) lalu. Keempatnya menjalankan aksinya di Masjid Ar Ridho Jalan Medan-Binjai KM 15, Desa SM Diski," ungkapnya.

Para pelaku lanjut Kapolsek, beraksi dengan memanfaatkan situasi sepi saat waktu Shalat Subuh. Tersangka masuk melalui pintu samping masjid, lalu membobol kunci sepeda motor korban yang terparkir. Selain di Masjid Ar Ridho, aksi pencurian juga terjadi di beberapa lokasi lain, di antaranya Masjid Jamik Al-Mutaqin Desa Pujimulio, kawasan Sei Semayang, Desa Muliorejo, hingga parkiran lapangan bola dan pabrik karton di Kecamatan Sunggal.

"Berdasarkan rekaman CCTV dan hasil penyelidikan, petugas mengamankan dua tersangka pada, Minggu (4/1/2026) di Jalan Kelambir V, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal. Tak sampai di situ, petugas melakukan pengembangan dan menangkap dua tersangka lainnya di Jalan Pasar Kecil, Desa Sei Semayang. Dua tersangka Andi Sanjaya dan Tri Rahmad terpaksa kita beri tindakan tegas karena melawan berupaya kabur saat ditangkap," katanya.

Kompol Bambang menjelaskan, keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan implementasi program Commander Wish dan Setting Goals 2006 dalam rangka penegakan hukum secara represif guna menekan angka kriminalitas di wilayah hukum Polsek Sunggal.

"Atas perbuatannya, para tersangka kami jerat dengan Pasal 363 Ayat (2) KUHPidana atau Pasal 477 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara," terangnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam menjaga kendaraan bermotor, baik di lingkungan tempat tinggal maupun saat berada di rumah ibadah, serta mengajak warga untuk segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang selama ini aktif memberikan informasi, sehingga kasus-kasus kriminal dapat kami ungkap," ucapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pendalaman yang dilakukan tambah Kompol Bambang, diketahui bahwa para pelaku telah melakukan aksinya sebanyak 11 kali. Dari jumlah tersebut, 5 kali aksi dilakukan di tempat ibadah, khususnya masjid.

"Terkait perkenalan para pelaku, diketahui bahwa mereka saling mengenal di lingkungan penjara. Para pelaku masih berusia relatif muda. Hubungan dan komunikasi mereka semakin intens ketika menjalani hukuman di Lapas, dari situlah terbentuk jaringan dan koordinasi di antara mereka," sebutnya.

Ditambahkan Kapolsek, dalam menentukan lokasi sasaran, para pelaku tidak menggunakan pola khusus yang kompleks. Mereka bertindak berdasarkan kesempatan. Tidak ada isu atau tanda tertentu sebelum beraksi. Ketika melihat peluang, mereka langsung melakukan tindakan yang membahayakan.

"Waktu pelaksanaan aksi di tempat ibadah umumnya dilakukan pada waktu subuh. Para pelaku tidak secara khusus berpura-pura menjadi jemaah dalam waktu lama. Mereka langsung melakukan aksinya ketika situasi memungkinkan. Motif yang digunakan antara lain alasan ekonomi, serta untuk mengonsumsi narkotika jenis sabu," lanjut Bambang.

"Dari hasil komunikasi dan keterangan para pelaku, tindakan tersebut dilakukan tanpa perencanaan jangka panjang yang matang. Modus operandi yang digunakan para pelaku adalah dengan cara muntah, yang dijadikan sebagai sarana untuk melancarkan aksinya terhadap masyarakat yang sedang beribadah," tambah Kapolsek mengakhiri.(*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
15 Kali Beraksi Pelaku Pungli Modus ‟Tim Anti Begal‟ Ditembak
Polisi Bekuk 2 Tersangka Spesialis Pencurian Sepedamotor Modus Ngaku Polisi, Seorang Ditembak
Dua Bandar Narkoba Pemilik Sabu Hampir 1 Kg Ditembak Satres Narkoba Polres Sergai
3 Perampok Spesialis Mini Market Ditangkap Polisi, 2 Ditembak
Pria Ditembak 9 Kali, Keluarga Lapor Komnas HAM
10 Begal Ditangkap, 4 Ditembak
komentar
beritaTerbaru