Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Oktober 2026

3 Penjahat Diamuk Massa

- Selasa, 01 April 2014 10:56 WIB
357 view
3 Penjahat Diamuk Massa
SIB/Roy Marisi Simorangkir
Tersangka Slamet Riyadi menjalani pemeriksaan penyidik Unit Reskrim Polsekta Medan Kota.
Medan (SIB)- Satu dari 6 tersangka perampok  bersenjata samurai, PDS (19) warga Jalan Rela  Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, diamuk  massa usai  merampok sepedamotor di Pasar V Timur, Percut Sei Tuan, Minggu (30/3) sekira pukul 03.00 WIB.

 Dari Hasil pemeriksaan   petugas kepolisian terhadap PDS, diketahui jika para penjahat jalanan itu sudah sering melakukan aksi perampokan. Aksi sebelumnya terjadi pada, Sabtu (22/3) sekitar pukul 03.00 WIB di lokasi yang sama, di atas jembatan layang. Korbannya adalah Yanri Imanuel Siburian (25), warga Desa Lau Dendang, Percut Sei Tuan, dan sepedamotor honda Vario warna hijau milik korban berhasil dirampas.

 Sementara itu, tersangka ketika diwawancarai SIB mengatakan, saat aksi perampokan, ia hanya sebagai joki. "Peranku hanya membawa sepedamotor bang, dan yang memegang samurai adalah H dan R. Sedangkan temanku yang lain, PT, B dan C perannya juga joki dan di posisi boncengan. Sepedamotor yang kami rampok 1 minggu lalu sudah kami jual di daerah Lau Dendang, Percut Sei Tuan, seharga Rp 1,7 juta. Saat itu aku mendapat bagian  Rp 400 ribu," ungkap mahasiswa semester 2 jurusan perpustakaan tersebut.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Ronald Sipayung SH SIK ketika dikonfirmasi menjelaskan, saat ini pihaknya masih mengembangkan kasusnya.
 
Pencuri Spion Babak Belur Dimassa


Kedapatan mencuri spion mobil mewah di di Rumah Sakit (RS) Deli, SR (35) warga Jalan Utama,  Medan Kota, babak belur dihajar massa, Senin (31/4) sekira pukul 13.00 WIB. Petugas Polsekta Medan Kota yang  melintas   mengamankan tersangka.

Kepada wartawan di Mapolsekta Medan Kota, SR mengaku baru pertama kalinya mencuri spion mobil. Duda tanpa anak ini menambahkan, spion itu rencananya akan dijual ke Jalan Bintang. Namun, lanjutnya, setelah berhasil mematahkan dan berusaha membawa kabur spion itu, Riyadi dipergoki supir dan ditangkap massa.

"Sudah sempat saya patahkan spion itu, tapi ketahuan supir mobil itu. Mendengar teriakan supir itu, massa kemudian berhasil menangkap dan langsung memukuli saya," ujarnya.

Ditambahkannya, hasil penjualan spion itu akan digunakan untuk menjemput pacarnya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Sibolga. "Rencananya uang hasil jual spion itu untuk menjemput pacar saya yang bekerja sebagai PRT di Sibolga. Paling tidak Rp300 ribu untuk ongkos pulang pergi," tambahnya.

Dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kanit Reskrim Polsekta Medan Kota AKP Faidir Chan mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap tersangka. Menurut Faidir, meskipun SR mengaku baru pertama kali melakukan pencurian, namun diduga tersangka sudah berulangkali melakukan pencurian tersebut.

"Modus tersangka mencuri dengan cara mematahkan spion, diduga pelaku sudah berulang kali beraksi. Namun, kami masih melakukan penyidikan lebih mendalam untuk mengetahui hal itu. Karena itu, kami menghimbau masyarakat yang merasa pernah menjadi korban dengan modus sama, untuk melakukan laporan ke polisi," jelas mantan Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan itu.

Faidir menambahkan, pihaknya menyita sepedamotor Honda Supra  yang digunakan tersangka sebagai barang bukti. Disebutkan, tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP, tentang pencurian, dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun.

Tersangka Curanmor  Dihajar Massa

Sementara itu  Seorang tersangka pencurian sepeda motor babak belur diamuk massa di Jalan HM Yamin Medan, Minggu (30/3)  Dari tersangka, polisi  menyita barang bukti kunci T, kartu pers, mancis berbentuk. Senpi dan beberapa lembar kwitansi.

Informasi di  Polsek Medan Timur, Senin (31/3) siang, kejadian ini berawal saat tersangka MA dan rekannya berkeliling dengan sepeda motornya mencari mangsa. Tepat di Jalan HM Yamin Gang Titi Batu Medan, kedua tersangka melihat ada sepeda motor milik Naep Yusri (42) warga Lingkungan VI Sei Kera Hilir 2 Medan terparkir.

MA yang duduk di boncengan  turun  melakukan  aksinya. Sedangkan temannya standby di atas sepedamotor.

Saat akan mencongkel kunci kontak dengan kunci T, korban  keluar dan melihat MA  mengutak atik kunci kontak  sepedamotornya. Melihat  aksi pelaku itu, korban   langsung berteriak sehingga mengundang  perhatian warga.

Warga pun mendatangi asal suara itu dan melihat pelaku berusaha kabur usai diteriaki. Tanpa dikomandoi warga mengejar pelaku dan  menghajarnya hingga babak belur. Melihat rekannya dipukuli, seorang pelaku langsung kabur. (A24/A23/A12)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 1 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru