Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Keris Bermakna Kejantanan Hingga Simbol Pusaka Leluhur

- Sabtu, 17 September 2016 17:02 WIB
2.755 view
Keris Bermakna Kejantanan Hingga Simbol Pusaka Leluhur
SIB/Viktor Photo/Thinkstock
Keris merupakan senjata tikam golongan belati, yang berujung runcing dan tajam pada kedua sisinya. Senjata ini merupakan tradisi asli Nusantara, meski telah terpengaruh beragam budaya.
Keris muncul beriringan dengan terciptanya bangunan-bangunan batu tertua. Candi, prasasti, arca dan setiap bangunan apapun yang terbuat dari batu pasti dikerjakan dengan alat-alat logam, karena material logam bersifat lebih keras daripada batu.

Keris yang bagus adalah keris yang tersusun dari campuran berbagai jenis logam, seperti besi, baja dan nikel. Campuran ini cukup sempurna: baja yang keras, tajam, getas dipadukan dengan olahan besi dan nikel yang lebih lunak. Oleh sebab itu ia tidak mudah patah atau bengkok.

Di kalangan masyarakat Jawa, keris kental sebagai simbol kejantanan. Keris juga dapat dikatakan lambang pusaka. Kalender masyarakat Jawa mengirabkan pusaka unggulan keraton pada hari satu sura.

Menurut tradisi kepercayaan Jawa kuno, keris alias tombak pusaka itu menjadi unggulan keampuhannya bukan saja karena dibuat dari unsur baja, besi, nikel, melainkan pula teknik pembuatannya yang sangat berbeda. Pembuatannya disertai dengan ritual pemanjatan doa kepada sang Maha Pencipta Alam oleh sang empu serta pandai besi. Maka keris pun dianggap senjata yang mengandung daya magis.

Keris merupakan warisan budaya asli Nusantara. Meski kebudayaan tersebut sudah mendapatkan pengaruh dari kebudayaan luar. India, Cina dan Timur Tengah misalnya. Pengaruh ini umumnya dapat terlihat pada keragaman motif ornamen keris.

Bilah keris selalu condong sekitar hampir 30 derajat terhadap pegangannya. Bertujuan agar luka tikaman yang dihasilkan lebih besar. Semakin senjata tikam memiliki kemiringan tertentu, akan makin hebat jugalah kemampuan merusak yang dimilikinya. (nationalgeographic/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru