Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 03 Mei 2026

Kerajaan Dongeng yang Menghadapi Ancaman Kehidupan Nyata

- Sabtu, 04 Maret 2017 16:03 WIB
304 view
Di wilayah perbatasan yang masih menjadi sengketa, berdiri suatu  kerajaan. Usia berdirinya masih tergolong muda, namun memiliki kepercayaan kuno, buah dari kekacauan yang timbul saat keruntuhan Uni Soviet.

Orang-orang dari kerajaan ini dikenal sebagai Seto, etnis pribumi minoritas dari beberapa penduduk Setomaa, daerah kecil yang terletak antara bagian tenggara Estonia dan barat laut Rusia.

Di bukit-bukit yang menghadap ke biara Pechory, di sisi perbatasan Estonia, Aarne Leima, mantan raja Kerajaan Setomaa, berdiri di dekat representasi kayu dari Dewa Peko, kepercayaan kaum seto. Raja dan ratu yang dipilih setiap tahun, dipercaya untuk berkomunikasi dengan Peko melalui mimpi mereka, dan harus meneruskan pesan sang dewa kepada masyarakat seto lainnya.

Para Seto telah berjuang keras mempertahankan tradisi mereka selama berabad-abad. Termasuk nyanyian polifonik kuno mereka, yang baru-baru ini diakui sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.

Di sisi lain, mereka juga telah membentuk tradisi yang sepenuhnya baru, lengkap dengan kesetiaan mereka sendiri, untuk mencegah ancaman modern terhadap identitas budaya mereka.

Ancaman terbesar saat ini ialah perbatasan antara Rusia dan Estonia yang membagi orang-orang Seto. Perbatasan itu telah bergeser beberapa kali selama rentang 20 abad.

Pada pertengahan 1990-an, Estonia telah menikmati kemerdekaan dari Soviet. Perbatasan itu-meski belum diratifikasi hingga hari ini -bukan hanya membagi Setomaa menjadi sisi Rusia dan Estonia, tetapi juga membagi kaum Seto yang satu dengan yang lainnya. Mereka membagi lahan pertanian, gereja dan pemakaman.

"Perbatasan hadir dan menghancurkan kehidupan sehari-hari mereka," ujar Elena Nikiforova, peneliti di bawah naungan Center for Independent Social Research di St. Petersbug.

Perbatasan itu, kata Nikiforova, memicu para Seto untuk mulai berpikir bahwa diri mereka sebagai bagian yang berbeda-dari Rusia atau pun Estonia. "Menjadi tersisih akibat perbatasan, membuat mereka bersatu," katanya.

Karena tidak dapat mengubah arah kebijakan luar negeri dan terpecah antara dua negara, akhirnya kaum Seto mendeklarasikan diri mereka sebagai entitas bersatu: Kerajaan Setomaa. Lebih dari dua dekade sejak deklarasi itu, mereka tetap menjaga keutuhan kerajaan itu. (National Geographic/l)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru