Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Maret 2026

Puluhan Siswa Kreasi "Wayang Capres"

- Minggu, 08 Juni 2014 20:46 WIB
356 view
Puluhan Siswa Kreasi
Tulungagung (SIB)- Sedikitnya 20 siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Al-Azhar Kecamatan Tulungagung, Jawa Timur, berlatih seni kreasi membuat aneka wayang dari kertas bertema calon presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo atau Jokowi.

"Wayang capres" dari kertas tersebut kemudian mereka lakonkan dalam sebuah pentas terbatas dengan perspektif anak Indonesia, Senin.

Kontributor Antara di Tulungagung melaporkan, aktivitas belajar seni kreasi dalan program kunjungan belajar di rumah Komunitas Padang Jingglang yang berlokasi di Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung itu sekilas tampak biasa saja.

Para siswa yang sebagian besar merupakan murid kelas V MI Al-Azhar itu sibuk melukis pada kertas-kertas kardus yang disediakan guru mereka, lalu secara berurutan mengguntingnya dan mewarnai hingga membentuk sosok wayang.

Kegiatan belajar seni kreasi tersebut mulai terlihat menarik saat sejumlah wayang kertas yang dibuat menggambarkan sosok capres Prabowo dan Jokowi, lengkap dengan atribut pakaian masing-masing.

Suasana kian semarak saat salah satu siswa yang tampaknya memiliki bakat mendalang, mulai memainkan wayang kertas kedua calon presiden itu dengan lakon "Pesan Anak Indonesia terhadap Pak Capres".

Dalam simulasi adegan wayang yang dimainkannya, dalang Armayoga Fathurahman dengan bahasa tutur anak yang spontan dan kocak beberapa kali menyelipkan pesan mengenai pentingnya berpolitik secara santun serta menghindari perpecahan antarkelompok pendukung.

"Kami ingin bapak-bapak calon presiden yang akan dipilih dalam Pilpres 9 Juli nanti peduli dengan nilai-nilai luhur bangsa kita, serta tentu memerhatikan kesejahteraan rakyat dan pendidikan gratis untuk anak Indonesia," kata Armayoga usai pentas terbatas di rumah Komunitas Padang Jingglang.

Dikonfirmasi di tempat yang sama, pengelola Komunitas Padang Jingglang yang juga guru MI Al-Azhar untuk anak berkebutuhan khusus di Tulungagung, Anang Prasetyo menyampaikan bahwa kegiatan yang mereka lakukan murni pelatihan kreasi seni membuat wayang kertas dari bahan kertas daur ulang.
Tema piplres sengaja mereka ambil sebagai sarana penyampaian moral dan aspirasi mereka, mewakili anak-anak Indonesia dalam melihat hiruk-pikuk pemilu presiden yang segera dihelat 9 Juli mendatang.

"Jadi sebelum memulai kegiatan membuat wayang kertas daur ulang ini, kami mencoba berdiskusi dengan anak-anak peserta kunjungan belajar dari MI Al Azhar apa saja yang terbersit dan menjadi harapan mereka terhadap calon presiden yang akan datang," tutur Anang.

Semua masukan dan pemikiran yang kemudian dituangkan dalam kertas simulasi, kata Anang, adalah murni buah aspirasi anak-anak yang rata-rata berusia antara 9-12 tahun tersebut.

Aspirasi tersebut kemudian juga diutarakan saat pagelaran wayang kertas yang diperagakan Armayoga, dengan menampilkan belasan wayang kertas lain yang diibaratkan sebagai rakyat jelata serta anak-anak Indonesia. (Ant/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru