Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 12 April 2026

Korsel Khawatirkan Serangan Biokimia dari Korut

* Korsel-AS Gelar Latihan Militer Terbesar
- Jumat, 11 April 2014 19:57 WIB
386 view
Korsel Khawatirkan Serangan Biokimia dari Korut
SIB/int
Seoul (SIB)- Kementerian Pertahanan Korea Selatan melakukan pertemuan membahas ancaman senjata biokimia Korea Utara. Diyakini senjata tersebut bisa menyebarkan virus penyakit cacar dan antraks. Hal tersebut dilakukan setelah beberapa pesawat tak berawak drone milik Korut ditemukan jatuh di wilayah Korsel. Ini menjadi kekhawatiran besar bagi pemerintahan Presiden Park Geun-Hye.

“Selain pejabat Kementerian Pertahanan, para pejabat dari Kementerian Makanan dan Obat, Ahli Sipil, dan para Perwira Militer Amerika Serikat (AS) menghadiri pertemuan untuk meninjau beberapa hal. Ini  termasuk rencana pasokan vaksin dalam persiapan serangan biokimia Korut,” ujar pihak Korsel, seperti yang dikutip The Chosun Ilbo, Kamis (10/4).

Pihak militer percaya Korut mampu merubah drone pengintai menjadi alat tempur. Setiap drone mampu membawa sekira 3 hingga 4 kilogram (kg) bahan peledak. “Kemungkinan Korut memuat drone dengan membawa bom biokimia dibandingkan bom konvensional yang mungkin serangannya  tidak berdampak serius,” lanjut keterangan tersebut.

Korut diyakini memiliki kemampuan mengolah dan menghasilkan sekira 2.500 sampai 5.000 ton senjata kimia dan sekira 13 senjata biologi termasuk virus anthrax, cacar, tularemia dan demam berdarah. Penyebaran virus melalui udara akan memicu banyak korban. Berdasarkan Informasi, Kementerian Pertahanan dilaporkan untuk pertama kalinya mengalokasikan anggaran vaksin tahun ini.

Pada saat bersamaan, militer Korsel mengatakan akan menyelenggarakan latihan udara terbesar-yang pernah ada dengan Amerika Serikat. Latihan Max Thunder dua kali setahun akan diselenggarakan mulai Jumat hingga 25 April, akan merupakan latihan terbesar yang melibatkan 103 pesawat dan 1.400 pasukan, kata Angkatan Udara.

Jet tempur F-15K milik Seoul akan bergabung dalam latihan bersama pesawat Angkatan Udara AS, F-15 dan pesawat milik marinir AS, F-16, FA-18 dan EA-18, demikian dinyatakan. "Menggabungkan angkatan udara akan memperkuat kesiapan tempur ketika berada di bawah keadaan ketegangan yang meningkat di Semenanjung Korea," katanya.

Latihan bersama ini akan memusatkan "skenario praktik" mengenai ketepatan serangan pada musuh dan misi pengiriman pasokan untuk pasukan yang menyusup ke wilayah lawan, demikian dilaporkan. Secara terpisah, kedua sekutu itu juga mengadakan latihan tahunan pertahanan diri Foal Eagle yang dimulai sejak akhir Februari hingga 18 April.

Korea Utara mengecam latihan tersebut merupakan latihan penyusupan. Sebagai tanda protes, Pyongyang meluncurkan serangkaian rudal dan mortir beberapa waktu lalu diakhiri dengan percobaan rudal jarak menengah 26 Maret lalu.

Kedua Korea juga saling melepas tembakan ke perbatasan di Laut Kuning pada 31 Maret, setelah Utara menjatuhkan 100 mortir dalam tembakan yang membuat pihak Selatan membalas tembakan. Baku tembak yang langka itu terjadi sehari setelah Korea Utara mengancam akan melakukan percobaan nuklir "baru" -- kemungkinan peralatan berbasis uranium - hulu ledak berukuran kecil yang cocok untuk roket. Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye pekan ini meminta pengetatan kewaspadaan terhadap Korea Utara, beberapa hari setelah pemimpin Utara, Kim Jong-Un mengancam Semenanjung Korea. (Ant/AFP/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru