Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026

Pencarian MH370 Makin Tercemar Aroma Persaingan Politik

* Sinyal Ponsel Kopilot Terlacak Menara di Penang Setelah MH370 Hilang
- Rabu, 16 April 2014 12:40 WIB
299 view
Pencarian MH370 Makin Tercemar Aroma Persaingan Politik
PUTRAJAYA (SIB)- Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak mengecam pernyataan dari pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengenai penguakan misteri hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370. Anwar mengatakan dia bisa memecahkan misteri MH370 dalam hitungan detik.

Memasuki hari ke-39 hilangnya pesawat MH370, Najib mengatakan bahwa Malaysia membutuhkan dukungan dari dalam dan luar negeri. Ini mengingat kompleksitas pencarian dan tantangan yang dihadapi. "Pernyataan dari pemimpin oposisi (Anwar Ibrahim) sangat tidak logis dan terkesan menyebutkan rakyat Malaysia bodoh," ujar Najib, seperti dikutip Bernama, Selasa (15/4).

Pada 5 April 2014 lalu, suratkabar China, Southern Weekly mengutip pernyataan dari Anwar Ibrahim. Menurut Anwar, bila dirinya Perdana Menteri Malaysia, dia hanya butuh satu detik untuk memecahkan isu hilangnya MH370. Pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines MH370 hilang sejak 8 Maret 2014 lalu dengan membawa 239 penumpang. Pesawat lepas landas dari Kuala Lumpur dengan tujuan Beijing, China. Pada 24 Maret 2014, PM Najib menyatakan pesawat jatuh di selatan Samudera Hindia, di dekat Perth, Australia.

Sementara hingga saat ini proses pencarian dari pesawat nahas itu masih tetap berlangsung. Proses pencarian pun mulai melibatkan robot kapal selam Bluefin-21. Sebelumnya, tim pencari masih mencoba mendeteksi sinyal kotak hitam MH370, namun baterai dari kotak hitam diyakini sudah tidak aktif lagi karena sudah melebih batas waktu 30 hari.

Sinyal Ponsel Kopilot Terlacak Menara di Penang Setelah MH370 Hilang

Data baru disampaikan penyidik Amerika Serikat yang bekerjasama dengan tim investigasi Malaysia. Ada sinyal ponsel dari kokpit yang terlacak menara BTS di Penang, Malaysia. Diberitakan CNN, Selasa (16/4), ponsel yang diduga milik kopilot Fariq Abdul Hamid itu menyala dan terdeteksi menara 30 menit setelah pesawat menghilang dari radar. Namun, tak ada upaya kontak ke luar pesawat dari ponsel tersebut.

Posisi ponsel itu terdeteksi menara berada di 250 mil dari tempat sinyal terakhir transponder muncul. Jaraknya sekitar 30 menit setelah pesawat berbelok arah dari Laut China Selatan menuju Selat Malaka kemudian ke Samudera Hindia.

Dengan terlacaknya sinyal ponsel dari kopilot Fariq, maka diduga kuat pesawat terbang sangat rendah. Tak ada sinyal ponsel lain yang terlacak dari menara Penang. Plt Menteri Transportasi Malaysia Hishammudin Hussein saat dikonfirmasi soal kabar adanya kontak telepon dari kopilot sebelumnya tak mau menjawab pasti. Dia tak mau mengungkap hasil penyelidikan polisi.

Analis keselamatan peawat David Soucie mengatakan, sangat aneh bila seorang pilot atau kopilot tidak mematikan ponselnya ketika terbang. "Itu seharusnya tidak menyala sama sekali. Ini adalah bagian dari prosedur yang diterapkan di semua maskapai," ungkapnya. (bernama/dtc/cnn/okz/w)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 16 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru