Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Berita Penyadapan NSA Dapat Penghargaan Pulitzer

- Rabu, 16 April 2014 12:43 WIB
247 view
Berita Penyadapan NSA Dapat Penghargaan Pulitzer
AS (SIB)- Dua kantor berita di Amerika Serikat meraih penghargaan Pulitzer karena memberitakan bocoran Edward Snowden soal penyadapan badan intelijen NSA. Berita tersebut berhasil memicu perdebatan dan diskusi soal batasan penyadapan yang seharusnya dilakukan oleh sebuah negara. Diberitakan CNN, penghargaan Pulitzer untuk layanan publik diberitakan kepada kantor berita The Washington Post dan The Guardian biro Amerika Serikat, Senin (14/4). Puluhan Pulitzer diberikan oleh Universitas Columbia, namun penghargaan terkait pemberitaan Snowden yang paling menarik perhatian.

Snowden tahun lalu menggegerkan dunia dengan membocorkan rahasia NSA soal penyadapan Kedutaan Besar AS di luar negeri. Salah satunya yang disadap adalah pemerintah Indonesia, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dokumen-dokumen bocoran itu diberikan pada reporter Guardian Glenn Greenwald, Barton Gellman dari The Washington Post, dan Laura Poitras, yang bekerja untuk kedua media itu. Mereka tidak sembarangan menulis, melainkan mendiskusikannya lebih dulu dengan editor, mana yang kira-kira etis untuk dipublikasikan dan mana yang tidak.

Akibat pemberitaan ini, peta perpolitikan luar negeri Amerika Serikat terguncang. AS menjadi musuh bersama di Eropa, perang dingin terjadi antara Barack Obama dan para pemimpin dunia. Kebijakan penyadapan di AS juga dipertanyakan.  "Tanpa Snowden, tidak akan ada debat publik soal keseimbangan antara keamanan nasional dan privasi. Bahkan presiden sadar bahwa ini adalah bahan pembicaraan yang kita perlukan," kata editor Washington Post, Marty Baron.

Snowden yang saat ini tinggal di Rusia setelah mendapatkan suaka mengatakan bahwa pengakuan dewan Pulitzer pada berita penyadapan adalah bentuk penghargaan bagi mereka yang percaya bahwa rakyat punya kendali atas pemerintahan.

"Kita berutang pada usaha-usaha berani para reporter dan koleganya ini, yang tetap bekerja di tengah intimidasi, termasuk penghancuran materi-materi jurnalistik, penggunaan undang-undang anti terorisme yang salah, dan tekanan lainnya untuk menghentikan karya yang dikenal dunia sebagai kepentingan vital publik," tulis Snowden dalam pernyataannya. (CNN/vvn/w)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 16 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru