Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Putera Perwira Polisi Mengamuk di Kanada, Tusuk 5 Mahasiswa Hingga Tewas

- Kamis, 17 April 2014 12:36 WIB
273 view
 Putera Perwira Polisi Mengamuk di Kanada, Tusuk 5 Mahasiswa Hingga Tewas
Ottawa (SIB)- Insiden penusukan secara membabi buta terjadi di kota Calgary, bagian barat Kanada. Seorang putera perwira polisi mengamuk dan menikam hingga tewas lima orang mahasiswa Universitas Calgary. Korban diketahui terdiri dari empat pria dan seorang perempuan berusia sekira 20 tahun. Usai mendapatkan laporan penyerangan ini, polisi langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Peristiwa penikaman tersebut terjadi sekira pukul 01.20 dini hari waktu setempat di satu rumah di pinggiran kota Calgary yang sepi. Sebelum terjadi penusukan, beberapa mahasiswa sedang mengadakan pesta untuk menandai berakhirnya kelas di universitas mereka.

Sebanyak tiga orang ditemukan tewas di lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya dinyatakan meninggal di RS. Salah satu di antara mereka ditemukan bersimbah darah di depan halaman rumah yang digunakan sebagai lokasi pesta. Saat pesta itu diadakan, sebanyak 30 tamu hadir di acara tersebut.

Menurut laporan polisi setempat, mereka berhasil menahan tersangka setelah melakukan pengejaran melibatkan anjing pelacak. Tersangka itu diketahui merupakan alumni dari Universitas Calgary dan berusia 22 tahun. Saat itu dia tengah melanjutkan pendidikannya di sebuah sekolah hukum. Menurut laporan laman USA Today, identitas tersangka diketahui bernama Matthew de Grood. Grood dikenai lima dakwaan tindak pembunuhan tingkat satu. Dia juga diketahui merupakan putra dari seorang veteran polisi. Menurut Kepala Polisi Calgary, Rick Hanson, peristiwa ini merupakan pembunuhan terparah yang pernah terjadi dalam sejarah Kanada. "Kami belum pernah melihat lima orang terbunuh dalam satu malam. Ini malam yang sangat mengerikan," ujar Kepala Polisi Calgary Rick Hanson, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu (16/4).

Hanson menyebut Grood merupakan salah satu tamu yang ikut diundang dalam pesta itu. Dia baru saja selesai bekerja di sebuah toko yang menjual kebutuhan pokok. "Tersangka tiba di pesta itu dan mengambil sebuah pisau besar lalu menyasar korban satu demi satu dan menusuk mereka beberapa kali," kata Hanson.

Hingga saat ini, polisi masih belum mengetahui motif pelaku. Dia juga telah berbicara dengan ayah pelaku yang terlihat frustasi begitu mengetahui putranya telah membunuh lima orang sekaligus.  Diketahui pelaku merupakan anak dari seorang Perwira Polisi setempat. Hanson menyatakan anggota veteran polisi itu dan istrinya merasakan begitu banyak penderitaan bagi keluarga korban. "Dia mereka ingin secara khusus menyampaikan permintaan maaf atas hal itu," kata Hanson. (CNA/R16/q)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 17 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru