Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Maret 2026

Presiden Obama Tiba di Korsel, Ungkapkan Belasungkawa kepada Keluarga Korban

- Sabtu, 26 April 2014 14:15 WIB
325 view
 Presiden Obama Tiba di Korsel, Ungkapkan Belasungkawa kepada Keluarga Korban
SIB/AP Photo/Carolyn Kaster
Delegasi AS yang dipimpin Presiden Barack Obama dan Presiden Korsel Park Geun-hye menghentingkan cipta bagi korban tenggelamnya kapal feri sebelum dimulainya pertemuan kedua kepala negara di Gedung Biru, seoul, Jumat (25/4).
Seoul (SIB)- Presiden AS Barack Obama, Jumat (25/4), tiba di Korea Selatan di tengah kekhawatiran Korea Utara akan melakukan uji coba nuklir untuk keempat kalinya. Aktivitas-aktivitas baru di lokasi nuklir Pyongyang diperkirakan akan mendominasi pembicaraan Obama dengan Presiden Park Geun-hye.
Selain membahas isu nuklir Korut, Obama juga menyinggung insiden tenggelamnya kapal feri Sewol yang sejauh ini telah menewaskan 181 jiwa. Obama mengatakan kunjungannya berlangsung pada “masa suram” dan mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban.

Sebelum ke Korea Selatan, Obama memulai tur Asianya di Jepang, sekutu kunci lain di kawasan ini, sekaligus negara yang bersengketa dengan Korea Selatan terkait isu-isu teritorial dan perilaku Tokyo saat perang dunia. Di Tokyo, Obama mengatakan Korea Utara telah bertindak sangat provokatif selama puluhan tahun.

"Korea Utara selama ini menjadi aktor yang tidak bertanggung jawab di panggung internasional dalam beberapa dekade terakhir," kata Obama. Uji coba nuklir akan mengacaukan tujuan tur Obama yang dirancang untuk menata ulang strategi AS di wilayah tersebut. Sebanyak 28.500 prajurit AS ditempatkan di pangkalan militer di Korea Selatan secara permanen.

Dalam jumpa pers di Gedung Biru, Obama mengatakan Amerika dan Korsel berdiri “bersama-sama” menolak program nuklir Korut. Kedua negara bersatu dalam tahapan yang harus diambil dan ancaman Pyongyang tidak akan berhasil namun hanya membuat negara itu semakin terisolasi, tegas Obama.

Obama menjelaskan Washington dan Seoul akan meningkatkan aliansi militer termasuk sistem pertahanan rudal, mendukung keinginan rakyat Korea bagi bersatunya Selatan dan Utara, dan kedua negara juga bekerja sama mempromosikan akuntabilitas. Obama merasa ancaman dari negara pimpinan Kim Jong Un itu tidak berarti apa-apa. "Ancaman-ancaman dari Korea Utara tidak berarti apa-apa," kata Obama.

Dugaan rencana uji coba nuklir Korut terungkap setelah Korsel mendeteksi adanya peningkatan aktivitas di lokasi uji coba nuklir yang ada di negara tersebut. "Militer kami mendeteksi banyak aktivitas di dalam dan di sekitar uji coba nuklir Punggye-ri," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Kim Min Seok.

Kim menekankan, program senjata nuklir yang dikembangkan Korut telah mencapai tahap untuk bisa melakukan uji coba kapan saja. Hal ini hanya tergantung pada instruksi yang disampaikan oleh pemimpin Korut di Pyongyang, dalam hal ini Kim Jong Un. Sejauh ini, Korut sudah melakukan uji coba nuklir sebanyak 3 kali, yakni pada tahun 2006, 2009 dan 2013 lalu. Semua uji coba nuklir tersebut dilakukan di Punggye-ri yang ada di wilayah timur laut negara ini.

Ditambahkan Kim, militer Korsel bersama dengan militer AS secara intens berbagi informasi intelijen terkait hal ini. Sedangkan Panglima Komando Gabungan Korsel telah membentuk pasukan khusus sebagai antisipasi jika Korut melakukan detonasi bawah tanah. "Kami berencana melakukan persiapan secara menyeluruh bagi uji coba nuklir keempat atau segala macam bentuk provokasi (dari Korut)," tandasnya.

Menanggapi informasi ini, sejumlah pengamat mengungkapkan keraguannya bahwa Korut benar-benar akan melakukan uji coba nuklir. Menurut pengamat, Korut hanya berniat memancing emosi selama kunjungan Obama di Korsel. (Detikcom/AP/R15/ r)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru