Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Pertama Kali, AS Gempur Langsung Houthi di Yaman untuk Balas Serangan Rudal

* 15 Tentara Arab Saudi Tewas Lawan Pemberontak Houthi
- Jumat, 14 Oktober 2016 14:43 WIB
300 view
Pertama Kali, AS Gempur Langsung Houthi di Yaman untuk Balas Serangan Rudal
Washington (SIB) -Militer Amerika Serikat menggempur tiga lokasi radar yang dikuasai para pemberontak Houthi di Yaman. Ini merupakan serangan langsung AS yang pertama terhadap pemberontak Houthi. Pentagon atau Departemen Pertahanan AS menyebut serangan udara tersebut sebagai balasan atas serangan rudal Houthi terhadap kapal-kapal perang AS baru-baru ini.

Presiden AS Barack Obama mengizinkan serangan rudal penjelajah Tomahawk oleh kapal penghancur USS Nitze terhadap wilayah yang dikuasai Houthi di pantai Laut Merah, Yaman. Serangan itu dilancarkan pada Kamis (13/10) pukul 04.00 waktu setempat. "Penilaian awal menunjukkan lokasi-lokasi itu hancur," kata juru bicara Pentagon Peter Cook dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (13/10).

Disebutkan bahwa serangan-serangan AS tersebut "menargetkan lokasi-lokasi radar yang terlibat dalam peluncuran rudal baru-baru ini yang mengancam USS Mason dan kapal-kapal lain yang beroperasi di perairan internasional di Laut Merah dan Bab al-Mandeb."

"Serangan pembelaan diri terbatas ini dilakukan untuk melindungi personel kami, kapal-kapal kami dan kebebasan navigasi kami di jalur maritim penting ini," demikian statemen Cook.

Kapal penghancur AS, USS Mason menjadi target serangan rudal yang gagal pada Rabu, 12 Oktober. Rudal yang ditembakkan dari wilayah Yaman yang dikuasai pemberontak Houthi itu, jatuh di lautan sebelum mencapai targetnya. Mason dan kapal perang AS lainnya, USS Ponce sebelumnya menjadi target serangan dua rudal yang gagal pada Minggu, 9 Oktober lalu. Kedua rudal itu juga jatuh di lautan sebelum mencapai target.

"AS akan merespons setiap ancaman lainnya terhadap kapal-kapal kami dan lalu lintas komersial, dengan semestinya, dan akan terus mempertahankan kebebasan navigasi kami di Laut Merah, Bab al-Mandeb, dan tempat lainnya di seluruh dunia," tegas Cook dalam pernyataannya.

Pemerintah AS mendukung operasi militer Arab Saudi dan koalisi dalam memerangi pemberontak Houthi di Yaman. Namun selama ini militer AS tidak terlibat langsung dalam serangan-serangan koalisi Saudi di Yaman. AS hanya memberikan dukungan logistik, persenjataan canggih dan pengisian bahan bakar bagi pesawat-pesawat tempur koalisi Saudi, yang melancarkan serangan udara terhadap pemberontak Houthi di Yaman.

15 Tentara Arab Saudi Tewas
Sementara itu, belasan tentara Arab Saudi tewas dalam pertempuran dengan pasukan militer Yaman yang didukung para pemberontak Houthi di wilayah Jizan, Saudi barat daya. Menurut sumber-sumber seperti dilansir media Press TV, Kamis (13/10), sedikitnya 15 tentara Saudi tewas dalam pertempuran pada Rabu, 12 Oktober waktu setempat itu. Sekitar 40 tentara Saudi lainnya juga terluka dalam insiden itu. Pasukan Yaman dan pemberontak Houthi juga melancarkan serangan-serangan artileri ke pangkalan-pangkalan Saudi di wilayah tersebut. Sebuah kendaraan militer Saudi dilaporkan hancur akibat serangan tersebut.

Sebelumnya, pasukan Yaman dan sekutunya, pemberontak Houthi menyerang pangkalan militer Malek al-Faisal di kota Khamis Mushait, wilayah Asir dengan sebuah rudal balistik. Serangan-serangan itu sebagai respons atas operasi militer koalisi Saudi di Yaman untuk memerangi Houthi.

Sementara itu, pesawat-pesawat tempur Saudi menggempur sebuah kendaraan sipil di provinsi Ma'rib, Yaman dan menewaskan empat orang. Dua orang lainnya terluka dalam serangan udara itu. Pesawat perang Saudi juga beberapa kali membombardir distrik Bani Matar, dekat Ma'rib.

Saudi dan koalisi internasional selama 19 bulan ini telah melancarkan operasi militer di Yaman. Operasi tersebut bertujuan untuk memerangi para pemberontak Houthi dan mengembalikan kekuasaan Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi yang merupakan sekutu pemerintah Saudi. Dilaporkan lebih dari 10 ribu orang telah tewas selama operasi koalisi Saudi tersebut. (AFP/dtc/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru