Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Bom Bunuh Diri di Nigeria Tewaskan 45 Orang

- Minggu, 11 Desember 2016 17:14 WIB
198 view
Kano (SIB)- Korban bom bunuh diri 2 orang wanita di pasar di Kota Madagali, Nigeria, terus bertambah. Korban tewas kini mencapai 45 orang dan 33 orang lainnya luka-luka. "Dari data terbaru, ada 45 orang meninggal dan 33 orang lainnya luka-luka dalam dua aksi bom bunuh diri di Madagali," kata Koordinator Badan Manajemen Darurat Nasional (NEMA) Sa'ad Bello seperti dilansir AFP, Sabtu (10/12).

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas aksi bom bunuh diri 2 wanita ini. Namun kuat diyakini Boko Haram ada di belakang aksi ini karena mereka memang selalu menggunakan wanita, terutama perempuan muda untuk melakukan aksi tersebut.

Presiden Nigeria Muhammadu Buhari dalam pernyataannya mengutuk aksi bom bunuh diri ini. Dia bersumpah akan menghentikan aksi bom bunuh diri yang menghilangkan nyawa orang-orang tidak bersalah ini. "Serangan terbaru ini jelas tindakan keputusasaan, namun militer Nigeria akan tidak terganggu atau menyesal," kata Muhammadu Buhari. Dia mendesak Nigeria untuk lebih waspada dan segera melaporkan kegiatan yang mencurigakan kepada agen keamanan terdekat. "Pertempuran melawan terorisme adalah upaya bersama yang melibatkan semua warga negara, baik pemerintah dan rakyat. Bersama-sama, Nigeria bisa dan akan mampu mengalahkan kejahatan Boko Haram," tambahnya.

Boko Haram sering kali mengincar tempat-tempat ramai --seperti pasar, bangunan peribadatan, dan penampungan pengungsi-- dalam serangan bom bunuh diri di kawasan timur laut Nigeria dan negara tetangga seperti Kamerun dan Niger.

Boko Haram sudah menewaskan sekitar 15.000 orang dan memaksa lebih dari dua juta orang mengungsi meninggalkan rumah mereka. Tentara Nigeria pada beberapa bulan terakhir berhasil mendesak Boko Haram untuk melarikan diri ke dalam hutan Sambisa. Serangan pada Jumat di pasar menjadi pengingat bahwa Boko Haram masih mampu melancarkan serangan, namun frekuensi serangan mereka belakangan ini sudah menurun tajam. (Detikcom/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru