Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 Juli 2026

Biayai Pembangunan Tembok, Trump Naikkan Pajak Impor

* Trump Perintahkan AS Rutin Rilis Daftar Kejahatan Imigran
- Minggu, 29 Januari 2017 13:05 WIB
310 view
Biayai Pembangunan Tembok, Trump Naikkan Pajak Impor
SIB/AP Photo/Alan Diaz
Demonstran mengecam perintah eksekutif Presiden Donald Trump terkait imigrasi saat berunjuk rasa di Miami, Kamis (26/1). Trump memerintahkan jajaran pemerintahannya untuk mempublikasikan daftar kejahatan yang dilakukan oleh imigran di negaranya setiap sep
Washington (SIB) -Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mengenakan pajak senilai 20 persen untuk impor dari Meksiko. Langkah ini dilakukan untuk membiayai tembok yang dia bangun di perbatasan kedua negara. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer. Menurutnya, kebijakan ini masuk dalam paket reformasi pajak yang akan dilakukan Trump dan Partai Republik. "Dengan melakukan ini, kita bisa mendapatkan $10 miliar per tahun dan dengan mudah membayar tembok hanya dengan mekanisme itu sendiri," kata Spicer, Jumat (27/1).

Menteri Luar Negeri Meksiko, Luis Videgaray, mengatakan bahwa keputusan menaikkan pajak impor dari negaranya akan menyulitkan warga AS. "Di Amerika Serikat, alpukat, mesin cuci, televisi, dan barang lainnya yang dibutuhkan warga sangat mahal. Konsumen Amerika yang akan menderita," ujar Videgaray.

Videgaray menegaskan, cara itu tidak akan ampuh karena hanya akan menyengsarakan warga AS. Ia pun kembali menegaskan bahwa Meksiko tak akan pernah membiayai pembangunan tembok itu. "Ada hal-hal yang tidak dapat ditawar. Pembayaran pembangunan tembok ini merupakan hal yang tidak bisa ditawar," ucapnya.

Menurut Kantor Perwakilan Perdagangan AS, ekspor Meksiko ke Amerika pada 2015 lalu bernilai $316,4 miliar. Defisit perdagangan diperkirakan mencapai $50 miliar. Rencana baru Gedung Putih ini menyusul pembatalan pertemuan kedua pimpinan negara. Sikap Meksiko ini merespons sikap keras Trump yang menuntutnya untuk membayar pembangunan tembok tersebut.

Trump sebelumnya memang sudah menyiratkan akan mengambil langkah terkait hal ini. "Jika Meksiko tidak mau menghormati Amerika Serikat secara adil, pertemuan semacam itu akan sia-sia dan saya akan mengambil rute lain," ujarnya.

Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto membatalkan pertemuan dengan Trump setelah pemimpin Negeri Paman Sam terus berkicau meminta tetangganya itu membayar tembok yang dibangun di perbatasan. "Pagi ini kami telah memberi tahu Gedung Putih bahwa saya tidak akan menghadiri pertemuan yang dijadwalkan Selasa depan dengan POTUS (Presiden AS)," kata Pena Nieto melalui akun Twitternya.

Sebelumnya Trump memerintahkan jajaran pemerintahannya untuk mempublikasikan daftar kejahatan yang dilakukan oleh imigran di negaranya setiap sepekan sekali. Keputusan itu merupakan bagian dari perintah eksekutif mengenai imgrasi yang ditandatangani oleh Trump di Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS pada Rabu (25/1) lalu.

Dalam salah satu paragraf perintah itu tertulis, "Untuk memberikan informasi bagi keamanan publik, Menteri harus menggunakan Laporan Hasil Tahanan yang Ditolak, sepekan sekali, agar publik mengetahui daftar kejahatan oleh orang asing." Surat perintah itu tidak merinci lebih lanjut jenis imigran yang dirujuk, legal atau ilegal. Perintah ini pun menimbulkan kekhawatiran di tengah imigran yang sudah mendapatkan izin tinggal resmi di AS.

Trump juga telah menghentikan sementara program pengungsi ke AS dan melarang para pengunjung dari Suriah dan sejumlah negara mayoritas muslim lainnya. Pelarangan sementara ini dimaksudkan untuk membantu melindungi warga Amerika dari serangan-serangan teroris.

"Saya sedang melakukan langkah-langkah pemeriksaan baru untuk menahan para teroris Islam radikal menjauh dari AS. Saya tak menginginkan mereka di sini," ujar Trump. "Kami hanya ingin memasukkan mereka yang akan mendukung negara kita dan yang sangat mencintai rakyat kita," imbuh Trump.

Dengan perintah ini, maka program pengungsi Suriah dihentikan sampai pemberitahuan lebih lanjut atau sampai presiden memutuskan mereka tidak lagi menjadi ancaman keamanan. Pada akhirnya prioritas akan diberikan pada kelompok-kelompok minoritas agama yang lari dari penindasan.

Trump juga mengatakan, warga Suriah penganut Kristen akan mendapat prioritas jika menyangkut aplikasi status pengungsi. Namun para pakar hukum menuturkan, membedakan agama tertentu seperti ini sama halnya dengan pelanggaran Konstitusi AS.

Langkah Trump ini langsung menuai kecaman dari Partai Demokrat, kelompok-kelompok HAM dan kemanusiaan. "Air mata mengalir ke pipi Patung Liberty malam ini karena tradisi hebat Amerika, menyambut para imigran yang telah ada sejak Amerika berdiri, telah diinjak-injak," cetus Senator Chuck Schumer dari Partai Demokrat.

"Menerima para imigran dan pengungsi bukan hanya soal kemanusiaan, namun juga telah meningkatkan perekonomian kita dan menciptakan lapangan kerja selama beberapa dekade. Ini salah satu perintah eksekutif paling mundur dan buruk yang telah dikeluarkan presiden," katanya. (CNNI/Detikcom/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru