Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Kesaksian Mantan Direktur FBI di Komite Intelijen AS : Saya Dipecat karena Penyelidikan Soal “Rusia”

- Sabtu, 10 Juni 2017 20:23 WIB
628 view
Washington (SIB) -Mantan Direktur Biro Penyelidikan Federal (FBI) James Comey menegaskan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memecatnya untuk mengganggu penyelidikan dugaan hubungan Rusia dengan kampanye Trump. Dia pun secara lugas menyebut Pemerintahan Trump menyebarkan kebohongan. Pernyataan itu disampaikan Comey di  depan komite intelijen Senat AS, di Capitol Hill, Washington DC, Kamis (8/6). Kemunculan Comey ini merupakan yang pertama usai dirinya dipecat Trump pada 9 Mei lalu.

Kesaksian Comey menarik perhatian banyak pihak di negara tersebut. Comey dinantikan untuk memberikan penjelasan mengenai pemecatan yang dilakukan secara mengejutkan bulan lalu. Dalam beberapa kesempatan, pernyataan Comey menggambarkan Trump sebagai kepala eksekutif yang meremehkan independensi FBI.

Misalnya, ketika Comey merasa bahwa permintaan Trump untuk mengakhiri penyelidikan terhadap mantan penasihat keamanan nasional Michael Flynn, sebagai perintah yang datang dari presiden. "Maksud saya, ini adalah Presiden Amerika Serikat yang sedang berbicara sendiri kepada saya, menggunakan kata 'saya berharap ini'," kata Comey. "Saya mengartikannya sebagai sesuatu yang dia ingin saya lakukan," sambungnya. 

Menanggapi penjelasan itu, Senator Dianne Feinstein dari California bertanya, "Mengapa Anda tidak berhenti dan berkata, 'Pak Presiden, ini salah'." "Itu pertanyaan bagus," jawab Comey. "Mungkin jika saya lebih kuat saya pasti melakukannya. Tapi saat itu saya pasti terpaku oleh percakapan yang baru saja saya lakukan."

Comey lantas menegaskan, pemecatan dia sebagai Direktur FBI dan perilaku Trump secara keseluruhan terhadap dia, dapat menjadi bahan penyelidikan dari pengacara khusus Robert Mueller. Dia menilai, hal-hal tersebut patut diduga berupaya menghalangi keadilan. Namun Comey menolak untuk memberikan pendapat apakah hal tersebut telah melampaui ambang batas.

"Ini adalah penilaian saya bahwa saya dipecat karena penyelidikan Rusia," kata Comey menjelang akhir dari kesaksian selama lebih dari dua jam.    "Saya dipecat dengan cara lain untuk berubah, atau usaha itu berubah, seperti penyelidikan Rusia yang sedang berjalan. Itu adalah masalah yang sangat besar, dan bukan semata-mata karena itu melibatkan saya," jelasnya.

Lebih lanjut Comey membeberkan bahwa dirinya berbicara dengan Trump sebanyak 9 kali dalam waktu 4 bulan. Comey pun mengaku mencatat setiap percakapan tersebut. Jika dibandingkan sewaktu pemerintahan Presiden Barack Obama, Comey mengatakan bahwa dirinya hanya berbicara dengan Obama sebanyak 2 kali dalam waktu tiga tahun dan dia tak pernah mencatat percakapan tersebut.

Disebutkan Comey, dirinya hanya dua kali berbicara dengan Obama, yakni pada tahun 2015 untuk membahas isu-isu kebijakan penegakan hukum dan kemudian pada akhir tahun 2016, ketika Obama menyampaikan salam perpisahan sebelum meninggalkan Gedung Putih. Kedua pembicaraan tersebut terjadi dalam pertemuan langsung. Obama menunjuk Comey menjadi Direktur FBI pada tahun 2013.

Sedangkan dengan Trump, Comey berbicara 9 kali, yang dimulai pada Januari 2017, beberapa pekan sebelum Trump dilantik sebagai presiden. Tiga dari sembilan pembicaraan tersebut terjadi dalam pertemuan langsung, sedangkan enam pembicaraan lainnya dilakukan via telepon.

"Saya berbicara sendiri dengan Presiden Obama dua kali secara langsung (dan tak pernah lewat telepon) -- sekali pada tahun 2015 untuk membahas isu-isu kebijakan penegakan hukum dan kedua, secara singkat, saat dia mengucapkan salam perpisahan pada akhir 2016," ujar Comey seraya mengatakan bahwa dirinya tak pernah mencatat percakapan dengan Obama.

"Saya bisa mengingat satu per satu dari kesembilan percakapan dengan Presiden Trump dalam empat bulan -- tiga percakapan secara langsung dan enam lewat telepon," ujar Comey dalam keterangannya kepada para Senator AS.

Dipaparkannya, dirinya mulai menulis memo soal pertemuan dengan Trump setelah pertemuan pertamanya pada 6 Januari lalu. Bahkan itu dilakukannya begitu masuk ke mobil usai meninggalkan pertemuan yang digelar di gedung Trump Tower. "Saya merasa harus mendokumentasikan percakapan pertama saya dengan presiden terpilih dalam sebuah memo," tutur Comey. "Untuk memastikan akurasi, saya mulai mengetiknya di laptop di luar Trump Tower saat saya keluar dari pertemuan," imbuhnya.

Dikatakannya, sejak saat itu dirinya selalu membuat catatan tertulis segera setelah percakapannya dengan Trump. "Ini tak pernah saya lakukan sebelumnya," imbuhnya seraya mengatakan dirinya tak pernah mencatat pembicaraannya dengan Obama.

Di depan Senat AS, Comey mengakui telah memberikan salinan memo yang ditulisnya soal percakapan dengan Trump kepada pihak-pihak di luar Departemen Kehakiman AS dan meminta seorang rekannya 'membocorkannya' kepada wartawan. Dia mengaku terus mencatat isi percakapannya dengan Trump karena khawatir Trump akan berbohong soal pertemuan mereka. "Jadi saya pikir sangat penting untuk mencatatnya," ujarnya. (detikcom/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru