Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 Juli 2026
Israel Dikecam Atas Penutupan Masjid Al-Aqsa

Presiden Palestina Bekukan Seluruh Komunikasi dengan Israel

- Minggu, 23 Juli 2017 16:51 WIB
553 view
Presiden Palestina Bekukan Seluruh Komunikasi dengan Israel
SIB/AP
Seorang pria Palestina berjalan menuju sebuah detektor logam di kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem. Pemasangan detektor logam telah meningkat menjadi pertikaian baru antara Israel dan dunia Muslim.
Ramallah (SIB)- Presiden Palestina Mahmud Abbas membekukan komunikasi dengan Israel terkait ketegangan di kompleks Masjid Al-Aqsa. Pembekuan ini dilakukan setelah Israel bersikeras memasang detektor logam di pintu masuk kompleks suci itu. Dalam pidatonya, seperti dilansir AFP, Sabtu (22/7), Abbas mengecam langkah keamanan baru yang diterapkan Israel, yakni memasang detektor logam, di pintu gerbang kompleks Haram al-Sharif, atau yang oleh penganut Yahudi disebut sebagai Temple Mount. Kompleks Haram al-Sharif atau Temple Mount menjadi lokasi Masjid Al-Aqsa dan Dome of Rock atau Bait Suci yang suci bagi umat Islam, Yahudi dan Kristen.

"Saya, atas nama kepemimpinan Palestina, mengumumkan... pembekuan seluruh komunikasi dengan otoritas pendudukan di semua level hingga Israel berkomitmen membatalkan seluruh langkah-langkah melawan rakyat Palestina kami secara umum dan Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa secara khusus," ucap Abbas yang disambut tepuk tangan jajaran pejabat Otoritas Palestina. Lebih lanjut, Abbas menyebut langkah keamanan Israel itu terkesan seperti 'langkah keamanan untuk mengambil alih seluruh kompleks Masjid Al-Aqsa'.

Tidak diketahui pasti apakah langkah pembekuan itu juga berlaku untuk koordinasi keamanan diam-diam yang selama ini dilakukan antara Otoritas Palestina dengan Israel. Koordinasi itu dipandang banyak membantu mencegah konflik meluas dalam beberapa tahun terakhir.

Baik Palestina maupun Israel memiliki serangkaian komunikasi untuk berbagai isu. Kesepakatan terbaru antara kedua pihak adalah terkait air dan listrik. Sedangkan perundingan damai antara Palestina dan Israel menghadapi jalan buntu sejak tahun 2014, meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah berupaya memulai kembali perundingan itu.

Pernyataan Presiden Abbas ini disampaikan setelah tiga warga Palestina tewas dan ratusan orang lainnya luka-luka dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Israel di Yerusalem dan Tepi Barat, pada Jumat (21/7) waktu setempat. Bentrokan semakin panas setelah otoritas Israel menolak seruan untuk mencabut pemasangan detektor logam di pintu masuk kompleks masjid tersebut.

Otoritas Israel memasang detektor logam di pintu masuk kompleks masjid tersebut sejak 14 Juli, setelah tiga pria Palestina menembak mati dua tentara Israel. Ketiga warga Palestina tersebut kemudian tewas dalam baku tembak dengan pasukan keamanan Israel. Pemasangan detektor logam tersebut telah memicu kemarahan warga Palestina.

Sementara itu Liga Arab mengecam Israel yang dianggap menggunakan 'kekerasan berlebihan' terhadap warga Palestina. Kecaman ini terkait bentrokan di luar kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, pekan ini. "(Ketua Liga Arab, Ahmed Abul Gheit) Mengecam penggunaan kekerasan yang berlebihan dan penggunaan peluru sungguhan oleh pasukan keamanan Israel, terhadap warga sipil yang tidak bersenjata," tegas juru bicara Liga Arab, Mahmoud Afifi.

"Ketegangan yang terjadi baru-baru ini, membuka pintu untuk meluasnya konflik secara umum, di tengah kemarahan warga Palestina, Arab dan muslim atas kekerasan dan langkah-langkah (keamanan) baru yang diambil oleh otoritas Israel," imbuhnya.

Kementerian Luar Negeri Mesir mendorong Israel untuk segera menghentikan praktik kekerasan terhadap warga Palestina dalam bentrokan itu. "Lakukan langkah untuk mencegah situasi yang tengah memburuk menjadi situasi berbahaya dan sulit," imbau Kementerian Luar Negeri Mesir

Sementara delegasi 50 negara yang menghadiri Konferensi Pers PBB soal Yerusalem yang digelar di Baku, Azerbaijan, mengecam keras Israel yang sempat menutup Masjid Al-Aqsa. Para delegasi juga bertekad untuk terus mendukung Palestina.

Konferensi PBB ini digelar di Baku, Azerbaijan pada 20-21 Juli pekan ini. Konferensi itu dihadiri oleh sekitar 50 negara anggota PBB yang berkedudukan di Baku, juga organisasi internasional di bawah PBB, perwakilan pemerintah dan rakyat Palestina, LSM internasional, media Massa dan kalangan perguruan tinggi.

Atas dorongan Indonesia, konferensi PBB itu menghasilkan Komunike yang isinya mengecam keras kebijakan Israel yang sempat menutup Masjid Al-Aqsa pekan lalu. Kebijakan Israel itu dianggap secara terang-terangan melanggar hukum internasional serta melanggar status quo yang menjadi kesepakatan dan dihormati selama ini.

Ketua Konferensi PBB di Baku ini, Dubes Rafael Ramirez dari Venezuela, yang mewakili negara-negara anggota Komite Palestina PBB menegaskan bahwa Komite Palestina PBB akan terus mendukung rakyat Palestina hingga mendapatkan kemerdekaan, kebebasan, dan kedaulatannya.

Konferensi PBB ini diselenggarakan oleh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Komite Palestina PBB. Konferensi dibuka tanggal 20 Juli 2017 oleh Asisten Sekretaris Jenderal PBB Miroslav Jenca, Dubes Keliling Azerbaijan Mr. Shahin Abdullayev dan Asisten Sekjen OKI, Samir Bakr. Dubes RI di Baku, Husnan Bey Fananie, yang memimpin delegasi Indonesia dalam konferensi PBB ini. (Detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru