Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026
Pasca Melarikan Diri dari Thailand

Keberadaan Mantan PM Yingluck Masih Simpang Siur

- Selasa, 29 Agustus 2017 15:14 WIB
399 view
Bangkok (SIB) -Menteri Pertahanan Thailand Prawit Wongsuwan mengaku, dia tidak tahu keberadaan mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra. Perempuan tersebut diduga kabur sebelum persidangan terkait vonisnya digelar. Adik dari Thaksin Shinawatra itu terkait korupsi skema subsidi beras. Jika terbukti bersalah, Yingluck dihukum 10 tahun penjara.

"Kami tidak tahu di mana Yingluck kabur dan di mana dia meminta permohonan suaka," sebut Prawit, seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (28/8). "Kami juga belum mengeluarkan permintaan ekstradisi," tambah dia. Ketika disinggung, kenapa Yingluck masih bisa kabur meski sudah berstatus tersangka, Prawit tidak mau banyak banyak berkomentar. "Bagaimana saya bisa tahu," sebut dia.

Pemimpin junta yang berkuasa, Prayut Chan-O-Cha, menolak kalau dia mengetahui keberadaan Yingluck. Namun, ia memerintahkan peningkatan keamanan di semua pos pemeriksaan perbatasan. Sedangkan wakil Prayut, Prawit Wongsuwon, mengatakan, Yingluck  "mungkin" saja telah melarikan diri melalui negara tetangga, Kamboja.

Pengacara Yingluck mengatakan, kliennya sedang sakit vertigo dan gangguan di telinga. Pengadilan keberatan dengan penjelasan tersebut dan Mahkamah Agung Thailand pun mengeluarkan surat perintah penangkapan. Pengacara Yingluck, Norawit Larleang, mengatakan bahwa dia tidak tahu apakah mantan PM pada 2011-2014 itu ada di Thailand atau telah pergi.

Yingluck digulingkan oleh kudeta militer pada tahun 2014.  Ia telah dilarang meninggalkan Thailand tanpa persetujuan pengadilan sejak tahun 2015, saat persidangan dimulai. Pada 2016, Yingluck saat berbicara kepada media, mengatakan, ia akan taat mengikuti proses hukum dan tak pernah berpikir untuk pergi meninggalkan negaranya.

Yingluck seharusnya dijadwalkan hadir saat pembacaan vonis perkara hukum yang melilitnya Jumat lalu. Namun dia tidak muncul. Dia diduga lalai dalam program subsidi bagi masyarakat desa. Dalam skema subsidi beras versi Yingluck, sepanjang 2011 - 2013, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk membeli beras petani lokal dua kali lipat di atas harga pasar. Namun, kebijakan itu ternyata jadi bumerang.

Karena, pada periode yang sama, harga beras dunia tengah merosot tajam. Ketika harga beras dunia menjadi murah, pemerintah Thailand justru menimbun beras dengan harga jual yang mahal. Akibatnya, sejumlah pihak tak bertanggung jawab memanfaatkan kondisi itu dengan mengambil, membeli, bahkan mencuri beras yang ditimbun pemerintah untuk dijual kembali. Sedangkan, beberapa ton beras yang tak disirkulasikan, mengalami pembusukan.

Beras itu ternyata sulit dijual kembali dan menyebabkan kerugian besar bagi Thailand. Kerugian ditaksir mencapai miliaran dolar AS. Meski skema subsidi itu dianggap gagal, Yingluck bersikeras mempertahankan kebijakan itu. Ketika namanya terseret kasus atas skema itu, Yingluck mengirim surat kepada PM Thailand yang menjabat, Prayuth Chan-ocha, untuk memberi tahu bahwa ada motif politik yang dibawa Jaksa Agung dalam masalah tersebut. Pihak oposisi junta militer juga menuding, ada motif politik di balik diseretnya Yingluck ke dalam ranah proses hukum.

Bantah Di Kamboja
Sementara PM Kamboja Hun Sen membantah kabar yang menyebutkan mantan PM Thailand Yingluck Shinawatra singgah di negaranya sebelum meloloskan diri ke Dubai, Uni Emirat Arab. "Kami sudah melakukan pemeriksaan di semua bandara dan imigrasi, tidak ada bukti Yingluck singgah di negara ini," ucap Hun Sen.

Jurubicara Departemen Dalam Negeri Kamboja Khieu Sopheak mengatakan, otoritas Kamboja akan mengirim Yingluck kembali ke Thailand, jika benar dia sedang berada di Kamboja. Sejumlah rumor berseliweran yang menyebutkan Yingluck berhasil meloloskan diri menuju Kamboja, sebelum terbang ke Singapura dan akhirnya bertolak ke Dubai.

Ada yang mengatakan Yingluck masuk ke Kamboja dengan menggunakan kapal melalui Provinsi Koh Kong. Ada juga yang berteori, Perdana Menteri pertama perempuan Thailand itu menggunakan helikopter melalui Provinsi Trat atau Chachoengsao.

Tidak ketinggalan yang lain menduga Yingluck lolos lewat jalur darat dengan mengemudi melewati perbatasan darat Thailand dan Kamboja. Bahkan ada yang berspekulasi Yingluck telah memperoleh paspor Kamboja, sehingga memuluskan pelariannya.

Kecurigaan akan peranan Kamboja memang tinggi, karena kedekatan antara keluarga Shinawatra dan Hun Sen. Mantan PM Thaksin Shinawatra, abang kandung Yingluck yang juga saat ini menjadi buronan otoritas Thailand, pernah menjabat sebagai penasihat ekonomi khusus Hun Sen di tahun 2009. Selain itu, keponakan perempuan Thaksin Chayapa Wongsawat bersuamikan putra salah satu tangan kanan Hun Sen bernama Lynal Nam.

Sumber dari Partai Pheu Thai yang dekat dengan keluarga Shinawatra memberitahu, Yingluck telah tiba di Dubai, Uni Emirat Arab dan berada dalam kondisi sehat. Yingluck bergabung dengan Thaksin yang juga tinggal di pengasingan di Dubai. (Kps/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru