Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Militer AS Diminta Siap Jika Trump Ambil Opsi Militer ke Korut

- Rabu, 11 Oktober 2017 16:57 WIB
297 view
Militer AS Diminta Siap Jika Trump Ambil Opsi Militer ke Korut
Pyongyang (SIB) -Rezim Korea Utara mengatakan "teroris" Badan Intelijen Pusat ( CIA) Amerika Serikat mencoba membunuh Kim Jong Un dengan senjata kimia."Para teroris kejam" (heinous terrorists) mencoba untuk menjatuhkan Pemimpin Tertinggi, klaim kantor berita resmi Korut seperti yang dikuti meda Inggris, The Independent, Selasa (10/10).

Usaha untuk membunuh  pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong Un, itu dilakukan pada awal tahun ini. Badan Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola negara mengklaim, "para teroris" CIA berusaha menggunakan racun kimia atau biologi untuk menghabisi Pemimpin Tertinggi, Kim Jong Un.

Pyongyang menunding AS sebagai "pelaku utama di balik terorisme", kata KCNA, kantor berita yang kerap dipandang sebagai sayap propaganda Partai Pekerja yang berkuasa di negara itu. "Pada Mei tahun ini, sekelompok 'teroris kejam' yang menyusup ke negara kita atas perintah CIA dan dinas intelijen negara bonekanya, Korea Selatan, dengan tujuan melakukan terorisme yang disponsori negara mereka ke markas besar kita dengan menggunakan bahan kimia dan biologis, telah ditangkap."

"Ini jelas menunjukkan sifat sejati AS sebagai pelakunya utama di balik terorisme," demikian KCNA yang juga mengatakan, AS "mengubah warnanya" seperti halnya "bunglon" untuk membenarkan penggulingan pemerintahan negara lain.

Corong propaganda Pyongyang itu menuding Washington telah menggunakan kampanye perang melawan terorisme untuk membenarkan intervensi militernya ke negara-negara lain, seperti halnya terjadi di Afganistan, Irak, dan Libya.

Uji coba rudal balistik Korut yang terus berlanjut telah memperdalam ketegangan dengan AS. Hal itu pula yang menyebabkan Presiden AS Donald Trump mengancam untuk "menghancurkan negara komunis tersebut secara total".

Rezim Korut mengklaim bahwa pada Mei lalu mereka telah menggagalkan rencana AS dan Korsel untuk membunuh Kim Jong Un. Seorang pria yang hanya diberi nama "Kim" telah dibayar untuk melakukan serangan dengan zat biologis, klaim kementerian keamanan negara tersebut.

CIA menolak mengomentari laporan tersebut. Korut sendiri memiliki sejarah pernyataan dalam membuat pernyataan yang tidak bisa diverifikasi, kata The Independent. Sebelumnya, Pyongyang menuding AS berupaya menggulingkan rezim Kim Jong Un dalam upaya yang dikenal dengan sebutan "Plan Jupiter".

Sementara itu Menteri Pertahanan AS James Norman Mattis menginstruksikan kepada semua tentara untuk siap jika Presiden Donald Trump mengambil opsi militer terhadap Korea Utara (Korut). Menurutnya, Washington masih berupaya mencari solusi damai.

Instruksi Mattis disampaikan saat dia berbicara dalam konvensi Asosiasi Amerika Serikat (AUSA) di Washington. "Provokasi Korut mengancam perdamaian regional dan bahkan global," kata Kepala Pentagon ini. "Sekarang ini adalah langkah diplomatik yang dipimpin secara ekonomi dan ditopang upaya untuk mengubah Korea Utara dari jalur ini," ujar Mattis.

"Apa yang akan terjadi di masa depan? Baik Anda atau saya tidak dapat mengatakannya, jadi ada satu hal yang bisa dilakukan tentara Amerika Serikat, dan Anda harus siap untuk memastikan bahwa kita memiliki opsi militer yang dapat digunakan oleh presiden kita jika dibutuhkan," ujar Mattis.

Komentar pemimpin Pentagon yang dikenal anti-Iran ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dengan Korut, di mana rezim Pyongyang diprediksi akan menguji coba rudal balistik lebih banyak lagi. Dalam kesempatan itu, Mattis juga berkomentar kritis terhadap Iran meski dia tidak secara lengsung menyebut nama.

"Satu negara sponsor teror di Timur Tengah tidak dapat bersembunyi di balik status nation state sementara pada hakikat sebenarnya adalah rezim revolusioner yang tidak stabil," kata Mattis. Julukan sponsor terorisme di Timur Tengah oleh AS selama ini mengarah pada Iran.

Namun, Menhan AS ini tidak secara khusus membicarakan kesepakatan nuklir Iran, meskipun dalam sambutannya  di depan Kongres pekan lalu dia berharap AS tetap dalam kesepakatan internasional. Sikap Mattis ini berbeda dengan Trump yang beberapa kali memberi sinyal agar AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran dengan alasan Teheran tidak mematuhinya. (kps/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Militer AS Blokade Pelabuhan Iran

Militer AS Blokade Pelabuhan Iran

Washington(harianSIB.com)Militer Amerika Serikat (AS) saat ini akan memulai memblokade seluruh lalu lintas maritim terhadap kapal yang masuk