Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

PM Lebanon: Saya akan Kembali ke Beirut

- Senin, 20 November 2017 17:43 WIB
416 view
PM Lebanon: Saya akan Kembali ke Beirut
Riyadh (SIB) -Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri mengatakan akan kembali ke Beirut dalam beberapa hari mendatang. Dia akan mengklarifikasi keputusan mengejutkannya mengundurkan diri. "Saya akan pergi ke Beirut dalam beberapa hari mendatang, saya akan berpartisipasi dalam perayaan kemerdekaan, dan di sanalah saya diketahui posisi saya tentang hal-hal ini setelah bertemu dengan Presiden Aoun," kata Saad di Paris seperti dilansir BBC, Sabtu (18/11).

Saad juga membantah telah ditahan di Riyadh, Arab Saudi. Bantahan itu seiring tudahan adanya desakan pihak Arab Saudi yang memaksa Saad mundur. Saad menyatakan mundur saat berkunjung ke Arab Saudi dua pekan lalu. Keputusan itu ditolak Presiden Lebanon Michel Aoun.

Desakan untuk kembali ke Lebanon lalu disampaikan pemerintah negara itu. Desakan tersebut disampaian Menteri Luar Negeri (Menlu) Lebanon Gebran Bassil. "Hari ini kami menuntut kembalinya Perdana Menteri kami, Saad Hariri ke negara kami," kata Bassil dalam cuitan di Twitter beberapa hari setelah Saad mundur.
 
Panggil Duta Besar untuk Jerman
Sementara itu, Arab Saudi memanggil duta besarnya untuk Jerman terkait dengan komen yang diduga dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel ketika bertemu dengan Menteri Luar Negeri Libanon. Kementerian Luar Negeri Saudi pada Sabtu (18/11) mengatakan bahwa Saudi akan melayangkan nota protes kepada duta besar Jerman di Riyadh terkait komen "tak berdasar" yang dibuat Gabriel.

"Pernyataan semacam itu menimbulkan kekagetan dan ketidaksejujuan dari Arab Saudi karena menganggap tak jelas tujuannya dan berdasar pada informasi yang salah yang tidak akan membantu stabilitas di kawasan," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi seperti diberitakan oleh kantor berita pemerintah SPA.

Kontroversi bermula pada pengunduran diri mantan Perdana Menteri Libanon Saad al-Hariri dari jabatannya ketika ia berada di Riyadh pada 4 November lalu. Ia menuding kelompok Hizbullah yang didukung oleh Iran menyebabkan kekacauan di Libanon.

Pengunduran diri Hariri yang tiba-tiba kemudian keputusannya untuk tetap tinggal di Saudi menyebabkan banyak pihak mengkhawatirkan stabilitas di Libanon.
Pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi tidak menyebut detil pernyataan Gabriel yang dimaksud.

Namun, situs Kementerian Luar Negeri Jerman mengutip perkataan Gabriel kepada Menteri Luar Negeri Libanon Gebran Bassil bahwa "Jerman secara tegas berada di sisi Libanon," dan memperingatkan soal tensi yang meninggi di Timur Tengah.  "Titik masalah baru adalah hal terakhir yang diperlukan masyarakat di Timur Tengah saat ini," kata Gabriel. (BBC/detikcom/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru