Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Staf Kedubes Inggris di Lebanon Dibunuh, Sopir Taksi Ditangkap

- Selasa, 19 Desember 2017 16:10 WIB
491 view
Staf Kedubes Inggris di Lebanon Dibunuh, Sopir Taksi Ditangkap
Beirut (SIB) -Kepolisian Lebanon menangkap tersangka yang diduga membunuh Rebecca Dykes, wanita yang bekerja sebagai staf Kedutaan Besar Inggris di Beirut. Tersangka yang ditangkap merupakan seorang sopir taksi.

Dilaporkan kantor berita Lebanon, seperti dilansir AFP, Senin (18/12), bahwa sopir taksi yang tidak disebut namanya itu mengaku telah membunuh Dykes setelah berusaha memperkosanya. Sopir taksi ini diidentifikasi sebagai warga Lebanon, namun identitasnya tidak dirilis ke publik.

Dykes diketahui bekerja untuk Departemen Pengembangan Internasional (DFID) dan berkantor di kompleks Kedubes Inggris di Beirut. Disebutkan bahwa Dykes terakhir kali terlihat masih hidup saat menghadiri pesta di distrik Gemmayzeh, area yang ramai didatangi warga asing di Lebanon, pada Jumat (15/12) malam waktu setempat. Dia meninggalkan pesta itu dengan menumpang taksi.

"Pelaku membawa korban ke Achrafieh kemudian ke jalan raya Metn dan berusaha memperkosanya," demikian dilaporkan kantor berita Lebanon, merujuk pada jalan raya di Beirut bagian utara. Jenazah Dykes ditemukan tergeletak di pinggir jalan pada Sabtu (16/12) malam waktu setempat.

Seorang pejabat senior keamanan setempat menuturkan kepada AFP bahwa tercekik merupakan dugaan penyebab kematian Dykes. "Korban ditemukan bersama senar melingkari lehernya," ucap pejabat keamanan yang enggan disebut namanya ini.

Disebutkan kantor berita Lebanon bahwa tersangka bekerja pada sebuah perusahaan taksi setempat dan berhasil dilacak dengan bantuan CCTV. Sopir taksi itu dilaporkan telah mengakui perbuatannya kepada polisi. Tindak kejahatan semacam ini tergolong langka di Beirut yang selama ini tergolong sebagai kota yang aman, baik baik turis maupun warga asing yang tinggal di sana. Seorang pejabat senior Lebanon menekankan bahwa pembunuhan ini tidak dimotivasi secara politik. (AFP/Detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru