Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 12 April 2026

Dubes Rusia: Kami Tak Campuri Pemilu di Indonesia

- Rabu, 25 Juni 2014 16:38 WIB
279 view
Dubes Rusia: Kami Tak Campuri Pemilu di Indonesia
Jakarta (SIB)- Duta Besar Rusia untuk RI Mikhail Y Galuzin mengaku, pemerintah negaranya netral dan tidak berpihak kepada salah satu kandidat calon presiden yang saat ini tengah bertarung di pilpres RI. Namun, dia berharap siapa pun yang terpilih nanti sebagai orang nomor satu RI, dapat melanjutkan hubungan baik dengan Rusia.

Hal tersebut, ujar Galuzin, telah dilakukan dengan baik ketika RI dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Sebagai duta besar, tentu saya tidak boleh berpihak kepada salah satu calon. Namun, siapa pun yang memimpin Indonesia nanti, dapat tetap menjalin kemitraan dengan Rusia. Selama ini kami telah menjadi mitra di beberapa bidang seperti ekonomi dan pertahanan", ujar Galuzin.

Selama ini, lanjut Galuzin, hubungan yang dijalin oleh Rusia dan RI dinilai saling menguntungkan. "Bahkan, menurut pemikiran saya, kedua calon presiden menganggap penting untuk menjalin hubungan dengan Rusia," kata pria yang pernah ditugaskan sebagai diplomat di Jepang ini.

Galuzin pun mengenal dan pernah bertemu dengan kedua capres itu. Namun, hal itu terjadi sebelum perhelatan pemilu digelar. "Tapi, tentu keputusan sepenuhnya ada di tangan rakyat Indonesia, karena ini pemilu kalian, bukan kami," tegas dia.

Dalam kesempatan itu Galuzin juga menyindir Amerika Serikat yang diisukan pernah menolak memberikan visa kepada salah satu capres. Menurut dia, itu bukanlah gaya Pemerintah Rusia untuk menghukum seseorang atas tindak perbuatannya di masa lalu.

"Dalam aturan negara kami, jelas tertulis, bahwa kami tidak akan memberi visa, apabila seorang individu berbuat tindak kejahatan di Rusia. Apabila kami memberlakukan kebijakan serupa dengan AS, maka banyak pejabat mereka yang akan kesulitan masuk ke Rusia," kata dia.

Hubungan diplomatik Rusia dengan Indonesia sudah berlangsung selama 69 tahun. Kedekatan hubungan kedua negara, juga tercermin dari kedekatan kedua pemimpin.

Bahkan, saat Presiden Vladimir Putin berulang tahun pada tahun lalu, SBY rela mendendangkan lagu selamat ulang tahun dengan memainkan gitar bagi mantan kepala badan intelijen Rusia itu. Padahal saat itu tengah berlangsung pertemuan tingkat tinggi APEC yang berlangsung di Bali. (vvn/i)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru