Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 23 Agustus 2026

Kepolisian Israel: Netanyahu Seharusnya Didakwa Terkait Dugaan Suap

* PM Netanyahu Membantah dan Tidak akan Mundur
- Kamis, 15 Februari 2018 17:58 WIB
431 view
Kepolisian Israel: Netanyahu Seharusnya Didakwa Terkait Dugaan Suap
Tel Aviv (SIB) -Kepolisian Israel mengatakan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu seharusnya didakwa terkait kasus dugaan suap. Pernyataan kepolisian menyebut ada cukup bukti untuk menggugat Netanyahu perihal dugaan suap, penipuan, dan pelanggaran wewenang dalam setidaknya dua kasus.

Namun, melalui stasiun televisi, Netanyahu menepis tuduhan itu yang menurutnya tidak berdasar dan "akan berakhir nihil". Karena itu, dia akan tetap menjabat sebagai perdana menteri.

Salah satu kasus berpusat pada tuduhan bahwa Netanyahu meminta dewan redaksi surat kabar Israel, Yediot Aharonot, mengangkat berita positif tentangnya. Sebagai imbal balik, Netanyahu akan menekan surat kabar pesaing Yediot. Kepolisian mengatakan editor Yediot Aharonot, Arnon Mozes, juga harus menghadapi gugatan. Kasus berikutnya menuding Netanyahu, yang menjabat perdana menteri Israel sejak 2009, menerima bingkisan seharga sejuta shekel (Rp3,8 miliar) dari konglomerat Hollywood, Arnon Milchan, dan pendukung lainnya.

Menurut harian The Jerusalem Post, bingkisan itu mencakup champagne dan cerutu. Disebutkan, kado tersebut diberikan agar Netanyahu membantu Milchan mendapat visa AS. Milchan, yang merupakan produser untuk film-film, seperti Fight Club, Gone Girl, dan The Revenant, juga harus menghadapi gugatan.

Pernyataan kepolisian menunjukkan bahwa setelah Netanyahu menerima bingkisan, dia mendorong Rancangan Undang-Undang Milchan guna memastikan warga Israel dari luar negeri yang kembali bermukim di Israel tidak perlu membayar pajak selama 10 tahun. RUU itu belakangan digagalkan Kementerian Keuangan.

Selain dua kasus tersebut, Netanyahu dicurigai terlibat penipuan dan pelanggaran wewenang dalam kasus yang melibatkan miliuner Australia, James Packer. Pada Desember lalu, stasiun televisi Israel Channel 10 melaporkan bahwa Packer memberitahu pihak penyelidik tentang pemberian kado kepada Netanyahu dan istrinya, Sara. Media di Israel mengatakan Netanyahu telah diinterogasi pihak penyelidik setidaknya sebanyak tujuh kali.

PM Israel Membantah dan Tidak Akan Mundur
Namun, Netanyahu yang telah menjabat perdana menteri Israel selama hampir 12 tahun, mengatakan rekomendasi terhadap penyelidikannya telah dibatalkan. Dia mengaku tidak bersalah dan menegaskan tidak berniat untuk mengundurkan diri. "Selama bertahun-tahun, sata telah menjadi subyek 15 penyelidikan," katanya dalam pidato di televisi, seperti dilansir dari AFP, Selasa (13/2). "Beberapa di antaranya telah berakhir seperti rekomendasi penyelidikan kepolisian seperti yang terjadi pada malam ini," ucapnya. "Tapi semua upaya itu tidak menghasilkan apa-apa, dan kali ini juga berakhir demikian," tambahnya.

Keputusan tentang tuntutan resmi terhadap Netanyahu berada di jaksa agung, yang diperkirakan akan memakan waktu berminggu-minggu, bahkan hingga beberapa bulan.

Seorang perdana menteri di Israel yang menghadapi rekomendasi penyelidikan oleh polisi atau yang telah dikenai sanksi formal tidak diwajibkan untuk mengundurkan diri.

Pria berusia 68 tahun itu telah dua kali menjabat perdana menteri dan secara keseluruhan sudah mengemban tugas selama 12 tahun. Selepas masa jabatannya yang pertama sebagai perdana menteri 20 tahun lalu, kepolisian merekomendasikan dia dan istrinya menghadapi gugatan pidana karena menerima bingkisan yang seharusnya diserahkan ke negara. Belakangan, tuduhan-tuduhan itu digugurkan. Pada Juli 2015, pasangan itu juga dituding membayar jasa kontraktor untuk urusan pribadi dengan memakai uang negara. Tudingan itu pun digugurkan. (Jerusalem Post/AFP/dtc/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru