Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Liburan Imlek, Penduduk di China Habiskan Rp 1.900 Triliun

- Selasa, 27 Februari 2018 18:00 WIB
426 view
Liburan Imlek, Penduduk di China Habiskan Rp 1.900 Triliun
SIB/AFP/Nicolas Asfouri
SAMBUT IMLEK: Seorang pria menggendong anak di samping pohon dihiasi lentera yang dipasang untuk menyambut Imlek, di taman Ditan, Beijing, China, Sabtu (17/2).
Shanghai (SIB) -Warga di China mencatat kenaikan pengeluaran yang besar untuk belanja, makan di restoran, dan liburan selama libur Tahun Baru Imlek tahun ini.

Hal tersebut didorong meningkatnya jumlah penduduk yang bepergian dan belanja secara online.

Total uang yang dihabiskan oleh penduduk di China mulai 15 hingga 21 Februari 2018 mencapai 926 miliar yuan atau sekitar Rp 1.997 triliun. Angka itu meningkat 10 persen dibandingkan tahun lalu.

Sebanyak 768 juta orang di China menggunakan aplikasi pembayaran untuk mengirim hadiah uang Tahun Baru kepada teman dan keluarga.

Sementara itu, 386 juta orang melakukan perjalanan dalam sepekan libur Imlek, meningkat 12 persen dari tahun lalu.

Meskipun tradisi Imlek memungkinkan mereka untuk mengunjungi kampung halaman, namun kenaikan pendapatan di kalangan kelas menengah telah menorehkan tren baru yaitu liburan ke kota lain dan luar negeri.

"Kami menghabiskan liburan di Disneyland Sanghai," kata seorang warga Provinsi Anhui.

 Rekor baru tercatat, 6,5 juta penduduk diperkirakan liburan ke luar negeri.

Seorang perempuan muda di Shanghai memutuskan untuk berlibur ke Jepang untuk pertama kalinya pada pekan ini.

Perjalanan ke Jepang mengharuskannya mengeluarkan biaya sekitar 15.000 yuan atau Rp 32,3 juta.

"Saya ingin pergi ke kota-kota besar, termasuk mengunjungi sumber air panas alami," ucapnya.

Sementara itu, kementerian keamanan publik China pada Rabu (21/2) melaporkan, situasi mudik pada liburan Imlek berlangsung aman dan lebih baik dibandingkan tahun lalu. Jumlah kecelakaan lalu lintas menurun, namun tiga petugas polisi meninggal saat menjalankan tugas.

Imlek merupakan perayaan terpenting dalam kalender China. Polisi harus menghadapi tekanan tinggi untuk mengamanankan perjalanan mudik, di mana masih banyak penduduk yang memilih menggunakan mobil. (Kps/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru