Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

China Kurang Puas Jalin Hubungan dengan Indonesia

- Jumat, 27 Juni 2014 17:14 WIB
216 view
China Kurang Puas Jalin Hubungan dengan Indonesia
JAKARTA (SIB)- Hubungan yang telah terjalin antara Tiongkok dan Indonesia ternyata masih membuat Negeri Tirai Bambu kurang puas. Hal tersebut disampaikan perwakilan diplomatik Tiongkok untuk Indonesia, Liu Hongyang. Diyakini Liu, hubungan bilateral di antara kedua negara bisa terbina lebih kuat di masa datang. "Hubungan yang terbina secara komprehensif (antara RI dan Tiongkok) bisa lebih besar dari yang pernah ada," sebut Liu, di Kampus Al Azhar, Jakarta, Kamis (26/6).

Pernyataan dari Liu ini didasari  sejumlah alasan kuat. Menurutnya, saat ini saja sudah ada beberapa kerja sama antarkedua negara berkaitan dengan sektor ekonomi, politik, dan beberapa sektor lain. Bahkan, bukti nyata kuatnya hubungan Tiongkok dan Indonesia, dibuktikan dengan kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke tanah air tahun lalu.

Dia pun meyakini, dengan harmonisnya relasi antar kedua negara pada masa ini, hubungan lebih kuat yang pernah ada antara Tiongkok dan Indonesia dapat terwujud di waktu depan.

Etnis Muslim Punya Hak Lebih Besar di Tiongkok
Tudingan adanya pelanggaran hak yang dilakukan Tiongkok terhadap warga Muslim di negaranya, disangkal Pemerintah Tiongkok. Bahkan di Tiongkok, hak warga muslim lebih besar dibanding warga asli. Pernyataan tesebut disampaikan oleh perwakilan diplomatik Tiongkok untuk Indonesia, Liu Hongyang.

 Liu mengatakan pernyataannya itu didasari oleh kebijakan yang dilakukan Pemerintah Tiongkok mengenai diperbolehkannya kaum minoritas muslim mempunyai anak lebih dari satu.

"Di Negara kami ada peraturan satu pasangan hanya boleh punya anak satu, bila melanggar akan didenda atau dihukum, tapi itu tidak berlaku bagi etnis muslim dan etnis minoritas lain," sebut Liu, di Kampus Al Azhar, Jakarta, Kamis (26/6).

Menurut dia, penduduk Tiongkok jumlahnya sangat banyak dan berkelompok. Bahkan, tambah dia, kelompok etnis jumlahnya tidak banyak. "Jadi bila tidak ada kebijakan ini, maka kelompok etnis akan semakin kecil," papar dia.

Dalam pernyataan tambahannya, dengan adanya kebijakan tersebut, tidak diragukan lagi tudingan Tiongkok tidak menghormati hak etnis minoritas khususnya muslim tidak benar. Ditegaskan Liu, di Beijing ada sekolah Islam yang berdiri di tengah kota. Hal tersebut semakin mempertegas dihormatinya hak beragama di negeri Tirai Bambu. (okz/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru