Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 09 Oktober 2026

Serangan Koalisi AS Tewaskan 12 Warga Sipil Suriah

* Presiden Suriah akan Temui Kim Jong Un di Korea Utara
- Senin, 04 Juni 2018 19:03 WIB
609 view
Serangan Koalisi AS Tewaskan 12 Warga Sipil Suriah
SIB/AFP
Satu jet tempur F/A-18 Hornet lepas landas dari kapal induk USS Harry S. Truman yang sedang berlayar di Laut Mediterranean Sea untuk melancarkan serangan udara ke kantung-kantung pendudukan ISIS di Suriah dan Irak. Kelompok pemantau HAM mengatakan, Minggu
Damaskus (SIB) -Setidaknya 12 warga sipil Suriah tewas dalam serangan militer koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat terhadap kelompok teroris ISIS. Mereka yang tewas berasal dari satu keluarga. "Serangan-serangan udara dan tembakan artileri (Jumat malam) oleh koalisi internasional di desa Hidaj, yang dikuasai ISIS di bagian selatan provinsi Hasakeh, menewaskan setidaknya 12 orang," demikian disampaikan kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Right seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (2/6).

Disebutkan Observatory yang berbasis di Inggris, warga sipil Suriah yang tewas itu -- termasuk dua perempuan dan anak-anak mereka -- berasal dari satu keluarga. Untuk laporan-laporannya, kelompok Observatory bergantung pada jaringan sumber-sumber di seluruh wilayah Suriah.

Observatory menyatakan, dengan kematian mereka, berarti sudah 20 warga sipil yang tewas akibat serangan koalisi AS di sebelah timur Sungai Efrat dalam 24 jam terakhir.

Sebelumnya pada Kamis (31/5) waktu setempat, delapan warga sipil tewas dalam serangan-serangan koalisi AS di provinsi Deir Ezzor, selatan Hasakeh. 

Untuk memerangi kelompok teroris ISIS, koalisi internasional yang dipimpin AS telah melancarkan serangan-serangan udara di Suriah dan Irak sejak hampir empat tahun silam. Koalisi AS pada Jumat (1/6) menyatakan, serangan-serangan udara tersebut secara tak disengaja, telah menewaskan 892 warga sipil. 

Akan Temui Kim Jong Un
Sementara itu, beberapa hari sebelum dijadwalkan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengungkap rencana berjumpa dengan pemimpin lainnya, yaitu Presiden Suriah Bashar Al Assad. Kantor berita KCNA, Minggu (3/6) melaporkan, Assad akan mengunjungi Kim Jong Un di Korea Utara. Namun, laporan itu tidak merinci lebih lanjut mengenai tanggal pertemuan. 

Sejauh ini, media Suriah belum mengabarkan tentang rencana tersebut. Dilansir dari CNN, jika pertemuan keduanya terwujud, maka Assad akan menjadi pemimpin dunia pertama yang mengunjungi Kim Jong Un di Pyongyang. Surat kabar partai buruh Korea yang berkuasa, Rodong Sinmun, menyebut Assad telah menyampaikan rencana kunjungannya kepada duta besar Korea Utara untuk Suriah. Seperti diketahui, kedua negara telah mempertahankan hubungan persahabat hingga kini. 

Laporan Rodong Sinmun, seperti dikutip dari NHK, Assad mengatakan kepada duta besar bahwa perkembangan yang signifikan dan positif terjadi di Semenanjung Korea selama kepemimpinan Kim. Pemerintah Suriah menyatakan akan terus memberikan dukungan penuh kepada semua kebijakan pemerintah Korea Utara. "Dunia menyambut peristiwa luar biasa di semenanjung Korea baru-baru ini di bawah kepemimpinan Kim Jong Un," demikian pernyataan Assad. "Saya yakin, dia akan mencapai kemenangan akhir dan mewujudkan reunifikasi Korea tanpa kegagalan," imbuhnya. 

Pengumuman tersebut terjadi di tengah peningkatan diplomasi internasional terhadap Kim Jong Un. Selain telah bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di zona demiliterisasi Korea, dia juga pernah mengunjungi Beijing untuk berjumpa dengan Presiden China Xi Jinping. Pekan lalu, Kim Jong Un juga bertemu Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Pyongyang. Pada 12 Juni mendatang, Kim Jong Un akan bertemu dengan Trump di Singapura. (CNN/NHK/kps/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru